ANALISIS GENDER DALAM POLA ASUH ANAK DI KELURAHAN ORO-ORO DOWO KOTA MALANG

Kusdinar, Inge Sylvarosa (2026) ANALISIS GENDER DALAM POLA ASUH ANAK DI KELURAHAN ORO-ORO DOWO KOTA MALANG. Masters thesis, Universitas Muhammadiyah Malang.

[thumbnail of TESIS.pdf] Text
TESIS.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini berjudul “Analisis Gender dalam Pola Asuh Anak di Kelurahan Oro-Oro Dowo Kota Malang”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kuatnya konstruksi gender dalam keluarga yang mempengaruhi pembagian peran pengasuhan anak, khususnya pada keluarga dengan balita. Dalam konteks budaya patriarki, peran pengasuhan cenderung dilekatkan pada ibu, sementara ayah lebih diposisikan sebagai pencari nafkah. Kondisi ini berpotensi menimbulkan bias gender dalam praktik pola asuh serta berdampak pada kualitas tumbuh kembang anak.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana bias gender termanifestasi dalam pola asuh anak, mencakup persepsi peran gender, pembagian kerja pengasuhan, interaksi dan kualitas hubungan dengan anak, relasi kuasa dalam pengambilan keputusan, serta transmisi nilai-nilai gender kepada anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik. Lokasi penelitian berada di Kelurahan Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Subjek utama terdiri dari lima pasangan orang tua balita. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, Saldana yang meliputi reduksi data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bias gender masih kuat dalam praktik pengasuhan. Ibu memikul tanggung jawab utama dalam pengasuhan sehari-hari, meskipun sebagian juga berperan dalam ranah produktif. Ayah cenderung terlibat secara terbatas, terutama dalam fungsi ekonomi dan disiplin, sementara peran emosional dan perawatan rutin lebih dominan dilakukan oleh ibu. Pembagian kerja yang timpang ini menimbulkan beban ganda pada ibu serta membatasi keterlibatan ayah dalam perkembangan sosial emosional anak. Selain itu, nilai-nilai stereotip gender masih ditransmisikan kepada anak melalui pemilihan aktivitas, permainan, dan pembentukan karakter yang disesuaikan dengan jenis kelamin.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa bias gender dalam pola asuh bukan semata persoalan individu, melainkan berakar pada konstruksi sosial dan budaya patriarki yang telah terinternalisasi dalam kehidupan keluarga. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kesadaran dan praktik pengasuhan yang lebih egaliter dan kolaboratif guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal serta mendorong terwujudnya keadilan gender dalam keluarga.

Item Type: Thesis (Masters)
Keywords: Bias gender, pola asuh, patriarki, keterlibatan ayah, tumbuh kembang anak
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
Divisions: Directorate of Postgraduate Programs > Doctor of Sociology (69001)
Depositing User: 202410270110003 202410270110003
Date Deposited: 06 May 2026 07:50
Last Modified: 06 May 2026 07:50
URI: https://eprints.umm.ac.id/id/eprint/29626

Actions (login required)

View Item
View Item