KARAKTERISTIK FAKTOR RISIKO KEJADIAN DEMAM TIFOID PADA ANAK USIA SEKOLAH DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT ABDUL MALIK FADJAR PKU MUHAMMADIYAH SUMBAWA

Haura, Aulia (2025) KARAKTERISTIK FAKTOR RISIKO KEJADIAN DEMAM TIFOID PADA ANAK USIA SEKOLAH DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT ABDUL MALIK FADJAR PKU MUHAMMADIYAH SUMBAWA. Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Malang.

[thumbnail of PENDAHULUAN.pdf]
Preview
Text
PENDAHULUAN.pdf

Download (670kB) | Preview
[thumbnail of BAB I.pdf]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (176kB) | Preview
[thumbnail of BAB II.pdf]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (248kB) | Preview
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (125kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (137kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB VI.pdf] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (166kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB VII.pdf] Text
BAB VII.pdf
Restricted to Registered users only

Download (119kB) | Request a copy
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[thumbnail of POSTER.pdf] Text
POSTER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (249kB) | Request a copy

Abstract

Latar belakang : Demam tifoid, disebabkan oleh Salmonella typhi, masih menjadi masalah kesehatan signifikan di Indonesia, khususnya pada anak usia sekolah. Penyakit sistemik ini terkait erat dengan kebersihan diri (personal hygiene) dan sanitasi lingkungan yang buruk. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik faktor risiko demam tifoid pada anak usia sekolah yang dirawat di RS PKU Muhammadiyah Sumbawa.
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik. Populasi penelitian adalah anak usia sekolah yang dirawat dengan demam tifoid, dengan jumlah sampel 45 responden. Teknik pengambilan sampel adalah non-probability sampling dengan metode purposive sampling, disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat.
Hasil : asil penelitian menunjukkan bahwa kelompok usia 7–10 tahun memiliki risiko paling tinggi mengalami demam tifoid. Berdasarkan jenis kelamin, perempuan lebih banyak menderita demam tifoid dibandingkan laki-laki. Faktor hygiene perorangan menunjukkan bahwa kebiasaan jarang mencuci tangan setelah BAB dan tidak mencuci bahan makanan mentah serta buah/sayur sebelum dikonsumsi merupakan faktor risiko tinggi. Sementara itu, mencuci tangan sebelum makan dan jarang jajan di luar rumah merupakan faktor risiko rendah. Dari faktor sanitasi lingkungan, ketersediaan air bersih, jamban sehat, pengelolaan sampah yang baik, serta tempat penyimpanan makanan yang aman merupakan faktor protektif terhadap kejadian demam tifoid.
Kesimpulan : Faktor hygiene perorangan dan sanitasi lingkungan berperan penting. Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta perbaikan sanitasi lingkungan harus terus dilakukan sebagai langkah pencegahan efektif terhadap demam tifoid di masyarakat.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Student ID: 202210420311272
Keywords: Demam tifoid, anak usia sekolah, hygiene perorangan, sanitasi lingkungan, faktor risiko.
Subjects: Q Science > QM Human anatomy
Divisions: Faculty of Health Science > Nursing Professional Education (14901)
Depositing User: 202210420311272 auliahaura07
Date Deposited: 28 Apr 2026 02:00
Last Modified: 28 Apr 2026 02:00
URI: https://eprints.umm.ac.id/id/eprint/27149

Actions (login required)

View Item
View Item