Anwar, Syaiful (2025) HUBUNGAN USIA DAN DURASI BERMAIN GAME ONLINE TERHADAP RISIKO DE QUE RVAIN’S SYNDROME PADA MAHASISWA LOU PASER DI KOTA MALANG. Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Malang.
PENDAHULUAN.pdf
Download (1MB) | Preview
BAB I.pdf
Download (235kB) | Preview
BAB II.pdf
Download (410kB) | Preview
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (224kB) | Request a copy
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (255kB) | Request a copy
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (272kB) | Request a copy
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only
Download (266kB) | Request a copy
BAB VII.pdf
Restricted to Registered users only
Download (204kB) | Request a copy
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB) | Request a copy
Abstract
De Quervain’s Syndrome adalah peradangan pada tendon abductor pollicis longus dan extensor pollicis brevis yang menyebabkan nyeri pada ibu jari dan pergelangan tangan. Aktivitas berulang menggunakan ibu jari, termasuk bermain game online, merupakan salah satu faktor risiko yang dapat memicu kondisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia dan durasi bermain game online terhadap risiko De Quervain’s Syndrome pada mahasiswa Lou Paser di Kota Malang. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan sampel berjumlah 22 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Guttman untuk mengukur usia dan durasi bermain game online, serta Finkelstein Test untuk mengidentifikasi gejala De Quervain’s Syndrome. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji Chi-Square untuk menilai hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 54,5% responden bermain game online lebih dari 30 jam per minggu. Sebanyak 68,1% responden menunjukkan hasil positif pada Finkelstein Test, menandakan adanya risiko De Quervain’s Syndrome. Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara usia dengan risiko De Quervain’s Syndrome (p = 0,381). Namun, terdapat hubungan signifikan antara durasi bermain game online dengan risiko De Quervain’s Syndrome (p = 0,001). Kesimpulannya, durasi bermain game online berpengaruh signifikan terhadap risiko De Quervain’s Syndrome, sementara usia tidak memiliki keterkaitan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin lama durasi bermain game online, semakin tinggi risiko terjadinya gangguan tendon pada ibu jari.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Student ID: | 201910490311084 |
| Keywords: | de quervain’s syndrome, durasi bermain game online, finkelstein test, usia. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RB Pathology R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
| Divisions: | Faculty of Health Science > Department of Physiotherapy (11202) |
| Depositing User: | 201910490311084 ipunkcool196 |
| Date Deposited: | 02 Dec 2025 05:16 |
| Last Modified: | 02 Dec 2025 05:16 |
| URI: | https://eprints.umm.ac.id/id/eprint/25441 |
