ANALISIS KEDUDUKAN ALAT BUKTI PETUNJUK DALAM PERKARA TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA Analisa atas Putusan Nomor 777/Pid.B/2016/PN.JKT.PST

Jusril, Alifia Isya (2025) ANALISIS KEDUDUKAN ALAT BUKTI PETUNJUK DALAM PERKARA TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA Analisa atas Putusan Nomor 777/Pid.B/2016/PN.JKT.PST. Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Malang.

[thumbnail of Skripsi Pendahuluan]
Preview
Text (Skripsi Pendahuluan)
PENDAHULUAN.pdf - Cover Image

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of Skripsi BAB 1]
Preview
Text (Skripsi BAB 1)
BAB 1.pdf - Other

Download (140kB) | Preview
[thumbnail of Skripsi bab 2]
Preview
Text (Skripsi bab 2)
BAB 2.pdf - Other

Download (336kB) | Preview
[thumbnail of Skripsi Bab 3] Text (Skripsi Bab 3)
BAB 3.pdf - Other
Restricted to Registered users only

Download (640kB) | Request a copy
[thumbnail of Skripsi Bab 4] Text (Skripsi Bab 4)
BAB 4.pdf - Other
Restricted to Registered users only

Download (219kB) | Request a copy

Abstract

Kedudukan alat bukti dalam perkara pidana merupakan aspek yang penting dalam proses pembuktian di pengadilan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kedudukan alat bukti petunjuk dalam perkara tindak pidana pembunuhan berencana dengan studi kasus Putusan Nomor 777/Pid.B/2016/PN.JKT.PST atas nama terdakwa Jessica Kumala Wongso. Serta, menganalisis putusan peninjauan kembali dalam Putusan Nomor 69/PK/Pid/2018. Fokus penelitian pada pertimbangan hukum hakim dalam membuktikan kesalahan terdakwa dan kesesuaian penyusunan alat bukti petunjuk berdasarkan KUHAP. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Adapun, bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim menerapkan konstruksi hukum progresif dengan mengoptimalkan alat bukti tidak langsung (circumstantial evidence) berupa rekaman CCTV, hasil forensik, keterangan saksi, dan dokumen medis yang dihubungkan untuk membuktikan unsur Pasal 340 KUHP tanpa saksi mata. Kemudian, hakim juga menolak permohonan peninjauan kembali yang menunjukkan konsistensi asas kepastian hukum dan finalitas putusan pidana. Penggunaan CCTV sebagai alat bukti petunjuk telah sesuai dengan sistem negatief wettelijk bewijstheorie, dimana petunjuk tidak berdiri sendiri melainkan dikaitkan dengan alat bukti lain. Hasil penelitian ini mencerminkan kehati-hatian hakim dalam menjaga keseimbangan antara efektivitas pembuktian dan perlindungan hak terdakwa. Penulis menyarankan peningkatan aparat penegak hukum di bidang forensik digital. Selain itu, Mahkamah Agung perlu memperjelas parameter novum terkait bukti digital. Agar nilai pembuktiannya tidak menimbulkan kontroversi, perlu pedoman teknis nasional yang mengatur standar bukti digital. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memperkuat praktik pembuktian pidana yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Student ID: 202110110311225
Keywords: alat bukti petunjuk, hukum acara pidana, pembuktian, pembunuhan berencana, pertimbangan hakim,
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law (74201)
Depositing User: 202110110311225 alifiaisyajusril
Date Deposited: 17 Nov 2025 05:12
Last Modified: 17 Nov 2025 05:23
URI: https://eprints.umm.ac.id/id/eprint/25055

Actions (login required)

View Item
View Item