Analisis Putusan Pengadilan Negeri Mojokerto No. 194/Pid.B/2025/PN.Mjk tentang tindak pidana penipuan pendaftaran PPPK ditinjau dari aspek keadilan

ALFARISI, HADDAD (2025) Analisis Putusan Pengadilan Negeri Mojokerto No. 194/Pid.B/2025/PN.Mjk tentang tindak pidana penipuan pendaftaran PPPK ditinjau dari aspek keadilan. Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Malang.

[thumbnail of PENDAHULUAN (1).pdf]
Preview
Text
PENDAHULUAN (1).pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of BAB I.pdf]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (369kB) | Preview
[thumbnail of BAB II.pdf]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (363kB) | Preview
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (313kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (276kB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pertimbangan hakim dalam Putusan Pengadilan Negeri Mojokerto No. 194/Pid.B/2025/PN Mjk terkait tindak pidana penipuan dalam pendaftaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta menilai putusan tersebut dari perspektif keadilan substantif. Penelitian menggunakan metode normatif-analitis dengan teori Gustav Radbruch sebagai pisau analisis, yang menekankan keseimbangan antara kepastian hukum, kemanfaatan, dan keadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa majelis hakim telah memeriksa unsur-unsur Pasal 378 KUHP secara sistematis, termasuk niat menguntungkan diri sendiri secara melawan hukum, penggunaan identitas palsu, serta tindakan yang menggerakkan korban menyerahkan uang. Berdasarkan fakta persidangan, terdakwa terbukti menipu korban dengan kerugian sebesar Rp50.000.000,00. Hakim menjatuhkan pidana penjara delapan bulan, membebankan biaya perkara, serta memperhitungkan masa tahanan yang telah dijalani. Sebagian kerugian korban telah dikembalikan melalui mekanisme restorative justice. Namun, analisis substantif menunjukkan putusan tersebut belum sepenuhnya mencerminkan prinsip keadilan, karena restitusi yang diberikan tidak menutupi kerugian materiil maupun psikologis korban. Hal ini menimbulkan kesan bahwa putusan lebih menekankan aspek prosedural daripada pemulihan hak korban. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan perlunya hakim mengintegrasikan kepastian hukum dengan keadilan substantif agar putusan tidak hanya sah secara formal, tetapi juga adil secara moral dan sosial, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap peradilan sebagai instrumen perlindungan dan pemulihan hak korban.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Student ID: 202110110311437
Keywords: Penipuan PPPK, Putusan Pengadilan, Pertimbangan Hakim, Keadilan Substantif.
Subjects: K Law > K Law (General)
K Law > KZ Law of Nations
Divisions: Faculty of Law > Department of Law (74201)
Depositing User: 202110110311437 haddadalfarisi38gmailcom
Date Deposited: 06 Nov 2025 05:37
Last Modified: 06 Nov 2025 05:37
URI: https://eprints.umm.ac.id/id/eprint/24654

Actions (login required)

View Item
View Item