ANALISIS YURIDIS TERHADAP PELANGGARAN HAK (INFORMED CONSENT) DALAM PRAKTIK MEDIS USG TRANSABDOMINAL SKRIPSI

Eka Pratiwi Putri AP, Eka Pratiwi (2025) ANALISIS YURIDIS TERHADAP PELANGGARAN HAK (INFORMED CONSENT) DALAM PRAKTIK MEDIS USG TRANSABDOMINAL SKRIPSI. Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Malang.

[thumbnail of PENDAHULUAN (1)--.pdf]
Preview
Text
PENDAHULUAN (1)--.pdf

Download (2MB) | Preview
[thumbnail of BAB I (1.pdf]
Preview
Text
BAB I (1.pdf

Download (485kB) | Preview
[thumbnail of BAB II (1).pdf]
Preview
Text
BAB II (1).pdf

Download (483kB) | Preview
[thumbnail of BAB III (1) 2.pdf] Text
BAB III (1) 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (421kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB IV (1).pdf] Text
BAB IV (1).pdf
Restricted to Registered users only

Download (227kB) | Request a copy
[thumbnail of LAMPIRAN (1).pdf]
Preview
Text
LAMPIRAN (1).pdf

Download (564kB) | Preview

Abstract

Setiap pasien memiliki hak fundamental untuk memberikan persetujuan atas tindakan medis yang akan dijalani, sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan dan etika kedokteran. Informed consent merupakan bentuk perlindungan hukum yang menjamin otonomi dan martabat pasien dalam proses pelayanan kesehatan. Dalam praktiknya, pelanggaran terhadap hak ini masih kerap terjadi, salah satunya dalam bentuk tindakan medis tanpa persetujuan pasien yang dapat berujung pada pelanggaran etik dan bahkan pidana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap pasien dalam tindakan medis tanpa informed consent, serta pertanggungjawaban tenaga medis yang diduga melanggar kode etik kedokteran. Pendekatan yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan contoh kasus dugaan pelecehan oleh dokter kandungan di Garut pada tahun 2025 sebagai ilustrasi pelanggaran nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan medis tanpa informed consent yang sah melanggar hak asasi pasien dan dapat dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum. Dokter yang melakukan pelanggaran tersebut dapat dimintai pertanggungjawaban secara etik, perdata, bahkan pidana sesuai dengan tingkat pelanggaran yang terjadi. Diperlukan penguatan sistem edukasi, pengawasan etik, dan mekanisme pengaduan pasien agar prinsip informed consent dapat terlaksana secara optimal dalam praktik kedokteran di Indonesia.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Student ID: 202110110311117
Keywords: perlindungan hukum, dokterr, pasien, informed consent, kode etik.
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law (74201)
Depositing User: 202110110311117 ekapratiwi
Date Deposited: 15 Aug 2025 08:37
Last Modified: 15 Aug 2025 08:41
URI: https://eprints.umm.ac.id/id/eprint/22424

Actions (login required)

View Item
View Item