Analisis Yuridis Sengketa Hak Cipta antara Agnez Mo dan Ari Bias Tinjauan Hukum terhadap Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (Studi Putusan Nomor 92/Pdt.Sus-HKI/Cipta/2024/PN Niaga Jkt.Pst)

Firdausah, Risma Icha (2025) Analisis Yuridis Sengketa Hak Cipta antara Agnez Mo dan Ari Bias Tinjauan Hukum terhadap Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (Studi Putusan Nomor 92/Pdt.Sus-HKI/Cipta/2024/PN Niaga Jkt.Pst). Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Malang.

[thumbnail of PENDAHULUAN.pdf]
Preview
Text
PENDAHULUAN.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of BAB I.pdf]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (555kB) | Preview
[thumbnail of BAB II.pdf]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (678kB) | Preview
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (723kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (224kB) | Request a copy
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (844kB) | Request a copy

Abstract

Hak cipta merupakan bagian dari hak kekayaan intelektual yang
memberikan hak eksklusif kepada pencipta untuk mengontrol pemanfaatan dan penyebaran karya ciptaannya. Di Indonesia, perlindungan terhadap hak cipta diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, yang mencakup berbagai jenis ciptaan, termasuk lagu. Penelitian inidilatarbelakangi oleh adanya sengketa hak cipta lagu “Bilang Saja” yang melibatkan Ari Bias sebagai pencipta lagu dan Agnez Mo sebagai pihak yang diduga menggunakan lagu tersebut tanpa izin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pertimbangan hukum
hakim dalam memutus perkara serta mengkaji implikasi hukumnya terhadap perlindungan hak cipta di Indonesia. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan studi kasus berdasarkan putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat Nomor 92/Pdt.Sus-HKI/Cipta/2024/PN Niaga Jkt.Pst. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis
Hakim mengabulkan gugatan berdasarkan tidak adanya izin langsung dari pencipta,
tanpa mempertimbangkan ketentuan Pasal 23 ayat (5) UU Hak Cipta dan Pasal 3 ayat (1) PP Nomor 56 Tahun 2021, yang secara tegas menyatakan bahwa izin tidak diperlukan apabila royalti telah dibayar melalui LMK. Dalam kasus ini, inti pelanggaran hak cipta terletak pada tidak adanya pembayaran royalti, bukan ketiadaan izin tertulis. Putusan ini menimbulkan kesalahpahaman bahwa izin langsung selalu diwajibkan, meskipun sistem lisensi kolektif telah diatur undang- undang. Karena itu, pemahaman hukum yang menyeluruh dari hakim sangat diperlukan demi keadilan bagi semua pihak.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Student ID: 202110110311413
Keywords: Kata Kunci : Hak Cipta, Lagu, Putusan Pengadilan, Implikasi Hukum.
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law (74201)
Depositing User: 202110110311413 rismaicha22
Date Deposited: 01 Aug 2025 03:46
Last Modified: 01 Aug 2025 03:46
URI: https://eprints.umm.ac.id/id/eprint/20912

Actions (login required)

View Item
View Item