KARAKTERISTIK SENSORIS DAN SIFAT FISIKOKIMIA BISKUIT MP-ASI DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG BIJI NANGKA DAN TEPUNG KACANG TUNGGAK

Wafi, Fakhri Ahmad and Nasifah, Dzurotun and Sarie, Audina Aura and Amalia, Wahyu and Rosita, Herlina Diah Ayu and Harini, Noor and Anggriani, Rista (2024) KARAKTERISTIK SENSORIS DAN SIFAT FISIKOKIMIA BISKUIT MP-ASI DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG BIJI NANGKA DAN TEPUNG KACANG TUNGGAK. Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, 19 (2). pp. 31-41. ISSN 1693-9115

[thumbnail of Wafi Nasifah Sarie Amalia Rosita Harini Anggriani- Jackfruit, Cowpeas Flour Biscuits Protein .pdf]
Preview
Text
Wafi Nasifah Sarie Amalia Rosita Harini Anggriani- Jackfruit, Cowpeas Flour Biscuits Protein .pdf

Download (284kB) | Preview
[thumbnail of Similarity- Wafi Nasifah Sarie Amalia Rosita Harini Anggriani- Jackfruit, Cowpeas Flour Biscuits Protein .pdf]
Preview
Text
Similarity- Wafi Nasifah Sarie Amalia Rosita Harini Anggriani- Jackfruit, Cowpeas Flour Biscuits Protein .pdf

Download (347kB) | Preview

Abstract

Penggunaan by product biji nangka dan kacang tunggak dapat dimanfaatkan sebagai bahan substitusi dalam pembuatan biskuit, penggunaan kedua bahan tersebut dapat mengurangi penggunaan tepung terigu dan sebagai bentuk diversifikasi pangan. Tepung biji nangka mengandung sekitar 36,7g karbohidrat, dan 4,2g protein. Selain itu, kacang tunggak menjadi salah satu jenis kacang-kacangan tinggi protein berkisar 24,4g/100g. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung biji nangka dan tepung kacang tunggak terhadap sesoris dan sifat fisikokimia biskuit. Penelitian dilakukan dengan mensubstitusikan tepung terigu ; tepung biji nangka : tepung kacang tunggak dengan formulasi F0(100%:0%:0), F1 (60%:25%:15%), F2(50%:30%:20%), F3 (40%:35%:25%), F4 (30%:40%:30%), F5 (20%:45%:35%), dan F6 (0%:55%:45%). Selanjutnya biskuit dianalisis: kadar air, abu, lemak, protein, karbohidrat, densitas kamba, kecerahan (*L), organoleptik, dan takaran saji. Data dianalisis dengan ANOVA dan uji lanjut dengan DMRT α=5%. Hasil penelitian menunjukkan biskuit dengan perlakuan F1 paling disukai oleh panelis dengan hasil kadar air 6,79g, kadar 2,5g, kadar lemak 21,45g, kadar protein 10,46g, kadar karbohidrat 58,79g, dan berdasarkan SNI 01-7111.2-2005 kadar air dan lemak biskuit tidak memenuhi syarat SNI. Berdasarkan sifat fisiknya didapatkan hasil yang berbeda nyata pada densitas kamba pada perlakuan F1 dan pada tingkat kecerahan biskuit L* mengalami penurunan setiap penambahan substitusi tepung. Berdasarkan hasil uji organoleptik didapatkan biskuit formulasi F1 paling disukai oleh panelis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin banyak penambahan substitusi tepung biji nangka dan kacang tunggak maka kadar protein biskuit semakin tinggi. Berdasarkan takaran saji biskuit substitusi memiliki kadar karbohidrat yang lebih tinggi dibandingkan dengan bikuit komersial dan formulasi F0.

Item Type: Article
Keywords: Jackfruit, Cowpeas, Flour, Biscuits, Protein
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture and Animal Science > Department of Food Technology (41203)
Depositing User: rista Rista Anggriani
Date Deposited: 10 Mar 2025 01:28
Last Modified: 10 Mar 2025 01:28
URI: https://eprints.umm.ac.id/id/eprint/16149

Actions (login required)

View Item
View Item