Kerusakan Tegakan Hutan Jati (Tectona grandis Linnaeus filius) pada Kawasan Hutan Produksi RPH Sukorame, KPH Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia

Rahayu, Erni Mukti and Triwanto, Joko and Ashar, Ida Ayu (2022) Kerusakan Tegakan Hutan Jati (Tectona grandis Linnaeus filius) pada Kawasan Hutan Produksi RPH Sukorame, KPH Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia. Kerusakan Tegakan Hutan Jati (Tectona grandis Linnaeus filius) pada Kawasan Hutan Produksi RPH Sukorame, KPH Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia, 6 (2). pp. 11-22. ISSN 2621-3141 ; 2580-0604

[thumbnail of Rahayu, Triwanto, Ashari - Kerusakan, kualitas tapak, pohon jati, produktifitas.pdf]
Preview
Text
Rahayu, Triwanto, Ashari - Kerusakan, kualitas tapak, pohon jati, produktifitas.pdf

Download (532kB) | Preview
[thumbnail of Similarity - Rahayu, Triwanto, Ashari - Kerusakan, kualitas tapak, pohon jati, produktifitas.pdf]
Preview
Text
Similarity - Rahayu, Triwanto, Ashari - Kerusakan, kualitas tapak, pohon jati, produktifitas.pdf

Download (250kB) | Preview

Abstract

Kesehatan tegakan pohon jati dapat dipengaruhi oleh kerusakan yang diakibatkan oleh hama dan faktor lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesehatan tegakan jati di kawasan hutan produksi jati di RPH Sukorame KPH Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode forest health monitoring (FHM). Penentuan sampel menggunakan sistem klasterplot dengan total sampel sebanyak 216 tegakan jati. Parameter pengamatan adalah gejala kerusakan dan penyebabnya, tipe kerusakan dan bagian yang rusak pada tegakan jati, tinggi dan diameter tegakan, kualitas tapak, dan analisis kesehatan © 2022 The authors License: CC BY-NC 4.0 Rahayu et al. Kesehatan Tegakan Jati di RPH Sukorame pohon. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tingkat kesehatan tegakan hutan jati di kawasan hutan produksi jati RPH Sukorame, KPH Mojokerto, Jawa Timur termasuk dalam kategori sehat dengan nilai Cluster plot level index (CLI) 4,36 - 4,51. Kerusakan yang terjadi pada tegakan disebabkan oleh serangan ulat grayak (Hyblaea puera), rayap (Schedorhinotermes sp, dan faktor lainnya. Tingkat produktivitas kawasan kurang optimal dengan tinggi tegakan bebas cabang 0-5 m dan diameter 16-20 cm. Tanah berjenis grumusol dan grumusol berpasir dengan pH tanah berkisar antara 5,8 - 7,0. Perlunya pengelolaan agar tegakan hutan jati dapat mencapai produktivitas secara optimal.

Item Type: Article
Keywords: Kerusakan, kualitas tapak, pohon jati, produktifitas
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
S Agriculture > SD Forestry
Divisions: Faculty of Agriculture and Animal Science > Department of Forestry (54251)
Depositing User: ernimukti15 Erni Mukti Rahayu, S.Hut., M.Ling
Date Deposited: 06 Mar 2025 07:02
Last Modified: 06 Mar 2025 07:02
URI: https://eprints.umm.ac.id/id/eprint/15936

Actions (login required)

View Item
View Item