UMM Institutional Repository

KONSTRUKSI ANGGOTA PARLEMEN ATAS PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM PARTAI POLITIK (Studi Pada Kalangan Anggota Parlemen DPRD Kabupaten Tulungagung)

Lindasari, Riska (2016) KONSTRUKSI ANGGOTA PARLEMEN ATAS PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM PARTAI POLITIK (Studi Pada Kalangan Anggota Parlemen DPRD Kabupaten Tulungagung). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-riskalinda-43378-1-pendahul-x.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
jiptummpp-gdl-riskalinda-43378-2-babi.pdf

Download (655kB) | Preview

Abstract

Keyword : Konstruksi sosial, nyadran ABSTRAK Nyadran berasal dari kata sodrun yang artinya dada atau hati. Makna nyadran dalam hal ini adalah bahwa masyarakat membersihkan hati mereka menjelang bulan Ramadhan. Makna lainnya nyadran adalah sadran yaitu sadran berasal dari kata sudra sehingga nyadran berarti menyudra menjadi sadra atau berkumpul dengan orang-orang awam. Ini mencerminkan nilai-nilai bahwa pada hakekatnya manusia adalah sama. Nyadranan sebagai upacara tradisional adat jawa dilakukan demi mencapai ketentraman hidup lahir dan batin. Dengan mengadakan upacara tradisinal itu, orang Jawa memenuhi kebutuhan spiritualnya, eling marang purwa duksina. Kehidupan rohani orang jawa memang bersumber dari ajaran agama yang diberi hiasan budaya lokal. Oleh karena itu, orientasi kehidupan beragama orang jawa senantiasa memperhatikan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh nenek moyangnya (upacara tradisional). Kontruksi sosial memiliki arti yang luas dalam ilmu sosial. Hal ini biasanya dihubungkan pada pengaruh sosial dalam pengalaman hidup individu. Asumsi dasarnya pada “realitas adalah kontruksi sosial” dari Berger dan Luckmann. Selanjutnya dikatakan bahwa kontruksi sosial memiliki beberapa kekuatan. Pertama, peran sentral bahasa memberikan mekanisme konkret, dimana budaya mempengaruhi pikiran dan tingkah laku individu. Kedua, kontruksi sosial dapat mewakili kompleksitas dalam satu budaya tunggal, hal ini tidak mengasumsikan keseragaman. Ketiga, hal ini bersifat konsisten dengan masyarakat dan waktu. Kontruksi sosial merupakan sebuah pandangan kepada kita bahwa semua nilai, ideologi, dan institusi sosial adalah buatan manusia. Kontruksi sosial adalah sebuah pernyataan keyakinan (a claim) dan juga sebuah sudut pandang (a viewpoint) bahwa kandungan dari kesadaran, dan cara berhubungan dengan orang lain itu diajarkan oleh kebudayaan dan masyarakat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah yang dimaksud dengannyadran, Bagaimana konstruksi sosialnyadran dalam masyarakat pedesaan, studi di Desa Mojorejo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan metode pendekatan etnometodologi. Teknik penentuan subyek penelitian yakni purposive sampling. Kemudian metode pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dokumentasi, teori yang digunakan untuk menganalisa penelitian ini adalah teori konstruksi sosial yang di gagas oleh Peter L. Berger dan Thomas Luckmann.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Sociology (69201)
Depositing User: Mr Ahmad Adi Husada
Date Deposited: 18 Oct 2016 03:31
Last Modified: 18 Oct 2016 03:31
URI : http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/33754

Actions (login required)

View Item View Item
UMM Official

© 2008 UMM Library. All Rights Reserved.
Jl. Raya Tlogomas No 246 Malang East Java Indonesia - Phone +62341464318 ext. 150, 151 - Fax +62341464101
E-Mail : repository@umm.ac.id - Website : https://lib.umm.ac.id - Online Catalog : https://laser.umm.ac.id - Repository : https://eprints.umm.ac.id

Web Analytics

UMM Institutional Repository is powered by :
EPrints Logo