REKONSTRUKSI KONSEP DIRI PADA PESERTA DIDIK

ROHMAN, ANDY (2007) REKONSTRUKSI KONSEP DIRI PADA PESERTA DIDIK. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
REKONSTRUKSI_KONSEP_DIRIPADA_PESERTA_DIDIK.pdf

Download (88kB) | Preview

Abstract

Tidak ada yang menyangkal bahwa pendidikan adalah penentu masa depan suatu bangsa. Jika dunia pendidikan suatu bangsa mengalami kemunduran, maka keterpurukan bangsa tersebut tinggal menunggu waktu. Sebab, pendidikan sangat menyangkut karakter dan jati diri suatu bangsa. Karena itu, setiap bangsa yang ingin maju, maka pembangunan dunia pendidikan harus selalu menjadi prioritas utama. Hampir tak ada yang membantah bahwa pendidikan di Indonesia saat sekarang ini belum bisa dikatakan berkualitas, dan bisa dikatakan memprihatinkan. Hal itu terlihat dari angka Human Development Index (HDI) atau indeks pembangunan manusia, yang dikeluarkan oleh lembaga­lembaga internasional, menunjukkan bahwa posisi kualitas sumber daya manusia Indonesia sangatlah rendah. Pada saat yang sama tingkat kemiskinan di negeri ini sungguh fantastis. Sesuai data Bank Dunia, lebih dari 110 juta jiwa penduduk Indonesia tergolong miskin atau setara dengan 53,4 persen dari total penduduk. Dalam ukuran yang lebih mikro lagi, jumlah ketidak lulusan siswa SLTP dan SMU tergolong tinggi. Harus diakui bahwa persoalan kualitas sumber daya manusia (SDM) memang masih belum bisa teratasi dan itu berkaitan erat dengan mutu pendidikan di negara ini. Sementara mutu pendidikan sendiri masih dipengaruhi oleh banyak hal dan sangat kompleks. Maka, jika bangsa ini ingin maju, maka pembangunan dunia pendidikan adalah syarat mutlak yang harus dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas SDM. Di antara masalah SDM di Indonesia, yaitu: rendahnya kreatifitas, rendahnya produktifitas, tingginya mental birokrasi, rendahnya kepercayaan diri, kurangnya inisiatif, dan rendahnya sikap kompetitif. Sehingga bisa dikatakan bahwa penyebab utama dari rendahnya motivasi berprestasi. Untuk menjadi bangsa yang pintar dan berprestasi, mental sebagai pemenang harus ditanamkan kepada peserta didik, dan untuk menjadi manusia yang memiliki motivasi berprestasi yang tinggi serta memiliki mental sebagai pemenang, kuncinya yaitu, memiliki konsep diri yang positif. Sehubungan dengan hal itu maka beberapa pakar dan praktisi pendidikan melakukan rekontruksi konsep diri yang bertujuan untuk memperbaiki, membangun dan membina konsep diri pada peserta didik, yang mana hal itu bertujuan untuk membentuk, mengembangkan dan mempertahankan konsep diri positif pada peserta didik. Berdasarkan uraian di atas, maka penelitian ini penting untuk dilakukan, mengingat ukuran keberhasilan pendidikan adalah dari tingginya prestasi peserta didik (baik prestasi akademik maupun non­akademik). Dan tingginya prestasi seorang peserta didik berawal dari tingginya motivasi untuk berprestasi. Kemudian tingginya motivasi berprestasi ditentukan oleh adanya konsep diri yang positif. Sehubungan dengan permasalahan di atas, maka peneliti membatasi penulisan skripsi ini pada masalah rekonstruksi konsep diri pada peserta didik. Selanjutnya dari pembatasan masalah tersebut peneliti merumuskan permasalahan penelitian ke dalam: (1). Bagaimana pengaruh rekonstruksi konsep diri terhadap kepribadian peserta didik?, serta (2) Bagaimana hubungan rekonstruksi konsep diri terhadap peningkatan motivasi berprestasi pada peserta didik?. Adapun tujuan yang ingin dicapai dari hasil penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahuibagaimana pengaruh rekonstruksi konsep diri terhadap kepribadian peserta didik, dan untuk mengetahui bagaimana hubungan rekonstruksi konsep diri terhadap peningkatan motivasi berprestasi pada peserta didik. Dalam penulisan skripsi ini, penulis menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research) yaitu dengan cara melakukan pelacakan terhadap data­data, keterangan­keterangan, teori­teori, serta pendapat para ahli yang diperoleh dari hasil pelacakan terhadap beberapa literatur­literatur. Sedangkan untuk menganalisis data, peneliti menggunakan teknik analisis induktif yang bertujuan untuk menganalisis isi literatur­literatur yang berkaitan dengan tema pembahasan secara mendalam. Dari hasil penulisan skripsi ini dapat ketahui bahwa melalui analisa data, ditemukan bahwa pengaruh rekonstruksi konsep diri terhadap kepribadian peserta didik adalah, menumbuhkan perasaan berkompeten dalam hal intelektual dan sosial, menumbuhkan semangat dan keberanian berkompetisi, menumbuhkan rasa percaya diri, menumbuhkan sikap optimis dan pantang menyerah, memunculkan perasaan berharga, membentuk pribadi kreatif dan inovatif (berani menjadi berbeda dari orang lain, selama itu positif), membentuk pribadi mandiri serta tidak bergantung kepada orang lain, membentuk mental tangan di atas (semangat memberi dan menolong orang lain), dan memaksimalkan aktualisasi diri peserta didik.. Selanjutnya rekonstruksi konsep diri memiliki hubungan yang positif terkait dengan peningkatan motivasi berprestasi pada peserta didik, di antaranya adalah, menumbuhkan motivasi untuk meraih prestasi akademik, memaksimalkan potensi peserta didik dalam menjalankan fungsinya sebagai khalifah di muka bumi, membangkitkan potensi dan kemampuan terpendam peserta didik (ketika prestasi akademik bukan lagi menjadi jaminan sukses), membangun motivasi berprestasi ketika menjalani hidup di masyarakat, mencetak peserta didik menjadi pembelajar­pembelajar seumur hidup, memaksimalkan potensi kecerdasan otak, membuat seorang peserta didik lebih produktif dan realistis dalam menjalani kehidupan, membangun jiwa kemandirian, menumbuhkan motivasi dalam menjalankan ajaran agama Islam. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat dikemukakan beberapa saran yang memungkinkan untuk dipertimbangkan pelaksanaannya, yaitu hendaknya para pendidik menciptakan kesempatan dan dorongan kepada para siswanya untuk mengembangkan kemampuan dan potensi dirinya. Selain itu, setiap pendidik hendaknya terlebih dulu memiliki konsep diri yang positif sebelum mengharapkan peserta didiknya memiliki konsep diri yang positif. Bagi para siswa sendiri hendaknya memahami betul konsep dirinya serta memiliki kepercayaan yang positif terhadap dirinya sendiri sehingga mampu menerima diri apa adanya dan bersikap optimis dalam setiap menjalankan tugas. Kemudian bagi peneliti selanjutnya, diharapkan untuk dapat memperluas kajian rekonstruksi konsep diri dan motivasi berprestasi pada peserta didik. Oleh karena itu diharapkan peneliti selanjutnya yang ingin meneliti aspek yang sama maka bisa memperkaya konsep yang telah ada dengan cara variasi subyek penelitian yang besar kemungkinan belum terungkap dalam penelitian ini, salah satunya adalah tentang cara­-cara efektif untuk merekonstruksi konsep diri.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Faculty of Islamic Studies > Department of Tarbiyah
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 27 Jun 2012 07:42
Last Modified: 27 Jun 2012 07:42
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/9878

Actions (login required)

View Item View Item