PENGARUH PEMBERIAN SARI KEDELAI (Glicine max L. Merr) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KADAR KALSIUM (Ca) TULANG TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus)

RUFIAH, RUFIAH (2007) PENGARUH PEMBERIAN SARI KEDELAI (Glicine max L. Merr) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KADAR KALSIUM (Ca) TULANG TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PENGARUH_PEMBERIAN_SARI_KEDELAI.pdf

Download (130kB) | Preview

Abstract

Minimnya penyerapan kalsium dalam tubuh masyarakat Indonesia, disinyalir menyebabkan kondisi fisik bangsa yang jauh berbeda dengan bangsa lain. Kurangnya konsumsi kalsium juga mengakibatkan berkurangnya kalsium yang terdapat pada tulang, sehingga lama kelamaan akan terjadi perubahan pada mikroarsitektur tulang dan tulang menjadi keropos atau yang dikenal dengan istilah osteoporosis.Hanya dengan memenuhi kadar kebutuhan kalsium tubuh per hari semenjak kecil, membuat kemungkinan perbaikan pertumbuhan fisik rakyat Indonesia mendatang bisa tercapai. Selain pada susu, kalsium juga banyak terdapat dalam bahan pangan nabati sayuran dan biji – bijian. Salah satu tanaman polong-polongan di Indonesia yang menjadi bahan dasar berbagai macam produk makanan dan memiliki kandungan gizi yang tinggi, harganya murah, mudah didapatkan dan enak rasanya jika sudah diolah adalah kedelai (Glicine max L. Merr). Kandungan mineral kalsium yang tinggi memungkinkan produk-produk olahan kedelai dapat memenuhi kebutuhan mineral kalsium bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sari kedelai (Glicine max L. Merr) terhadap pertumbuhan dan kadar kalsium (Ca) tulang tikus putih (Rattus norvegicus) dan untuk mengetahui volume sari kedelai berapa yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kadar kalsiun (Ca) tulang tikus. Jenis penelitian ini adalah eksperimen sesungguhnya (True Experiment Design) dengan menggunakann Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dari 4 perlakuan dan 6 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah sari kedelai (Glicine max L. Merr) dengan volume sebanyak 0 ml, 2 ml, 4 ml, 8 ml. Populasi dalam penelitian ini adalah tikus putih (Rattus norvegicus) betina yang berumur 2 bulan dengan berat kurang lebih 150 gr. Sedangkan sampel yang digunakan adalah 24 ekor tikus putih betina, menggunakan tikus betina dengan alasan nantinya penelitian ini bermanfaat bagi para wanita yang lebih rentan terkena osteoporosis yang salah satu penyebabnya adalah berkurangnya mineral kalsium pada tulang. Teknik pengambilan sampelnya adalah Simple Random Sampling. Dari hasil analisis uji Anava 1 Faktor yang dilanjutkan dengan uji BNT 1% menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian sari kedelai (Glicine max L. Merr) terhadap pertumbuhan dan kadar kalsium (Ca), volume sari kedelai yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kadar kalsium (Ca) tulang tikus putih adalah sebanyak 4 ml.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions: Faculty of Teacher Training and Education > Department of Biology Education
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 27 Jun 2012 06:00
Last Modified: 27 Jun 2012 06:00
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/9844

Actions (login required)

View Item View Item