ADVOKASI TERHADAP ISTRI SEBAGAI KORBAN TINDAK KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (Studi di Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak Sidoarjo)

Novia Rini, Lia (2007) ADVOKASI TERHADAP ISTRI SEBAGAI KORBAN TINDAK KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (Studi di Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak Sidoarjo). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
ADVOKASI_TERHADAP_ISTRI_SEBAGAI_KORBAN_TINDAK_KEKERASAN.pdf

Download (163kB) | Preview

Abstract

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) bisa dialami oleh siapa saja, termasuk ibu, bapak, istri, suami, anak atau pembantu rumah tangga. Tetapi, kebanyakan korban dari Kekerasan Dalam Rumah Tangga adalah Istri. Kekerasan Dalam Rumah Tangga, biasanya seperti sebuah puncak gunung es yang kecil pada puncaknya tapi besar pada bagian dasarnya, yakni kasus-kasus yang dilaporkan diyakini lebih sedikit dari pada yang tersembunyi dan tidak terungkap. Hal tersebut bersumber dari sebuah anggapan masyarakat bahwa Kekerasan Dalam Rumah Tangga dianggap sebagai persoalan internal keluarga masing-masing dan masyarakat tidak berhak untuk ikut campur, terlebih bila menyangkut harga diri karena mengingat selama ini kekerasan dalam rumah tangga nyaris dikaburkan dengan kepentingan pribadi yang harus dirahasiakan khususnya oleh sang istri. Permasalahan dari penulisan karya akademik ini di titik beratkan pada bentuk advokasi bagi istri yang menjadi korban tindak kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi di kota Sidoarjo dan ditangani oleh LSM Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak Sidoarjo, selain itu untuk mengetahui kendala apa saja yang dihadapi oleh Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak Sidoarjo dalam rangka pelaksanaan advokasi bagi istri yang menjadi korban tindak kekerasan dalam rumah tangga. Metodologi yang digunakan untuk membahas permasalahan yang diajukan adalah dengan menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis. Dalam penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data dengan wawancara yang bertujuan untuk memperoleh informasi tentang kekerasan dalam rumah tangga. Sedangkan untuk menganalisa data digunakan teknik diskriptif analitis yaitu dengan cara pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan keadaan subyek atau obyek penelitian pada saat ini berdasarkan faktor-faktor yang nampak. Seperti halnya dengan kasus-kasus yang di tangani oleh P3A Sidoarjo, diketahui bahwa 70 % adalah kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga dimana sebagian besar adalah tindak kekerasan terhadap istri. Hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa ada kecenderungan peningkatan kasus Kekerasan terhadap istri di kota Sidoarjo dari tahun 2002-2006. Perempuan yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga bukan hanya dalam bentuk kekerasan fisik yang mudah dilihat dan diketahui oleh orang lain, yang justru paling banyak terjadi adalah dalam bentuk kekerasan psikis. Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak menggunakan empat cara dalam penanganan korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga yakni outer reach, konseling, pendampingan, dan program shelter (rumah aman). Namun demikian dalam pelaksanaan program-program tersebut terdapat berberapa kendala baik berupa kendala internal maupun kendala eksternal. Kendala internal yang dialami oleh Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak berupa faktor teknis dan faktor sumber daya manusia. Sedangkan kendala eksternal berasal dari korban itu sendiri, pemerintah dan masyarakat.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 27 Jun 2012 04:36
Last Modified: 27 Jun 2012 04:36
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/9834

Actions (login required)

View Item View Item