Sistem Keamanan Lembaga Pemasyarakatan Sebagai Upaya Efektifitas Pembinaan Narapidana Narkoba (Studi Pada Lapas Kelas 1 Madiun)

Rahma Fiqrasari, Bhektining (2007) Sistem Keamanan Lembaga Pemasyarakatan Sebagai Upaya Efektifitas Pembinaan Narapidana Narkoba (Studi Pada Lapas Kelas 1 Madiun). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
Sistem_Keamanan_Lembaga_Pemasyarakatan_Sebagai_Upaya_Efektifitas.pdf

Download (89kB) | Preview

Abstract

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) adalah tempat untuk melaksanakan pembinaan Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan. Sebagai lembaga pembinaan, posisinya sangat strategis dalam merealisasikan tujuan akhir dari Sistem Peradilan Pidana, yaitu rehabilitasi dan resosialisasi pelanggar hukum, bahkan sampai pada penanggulangan kejahatan (suppression of crime). Sehingga dalam sistem pemasyarakatan, fungsi Lembaga Pemasyarakatan adalah pembinaan dan bimbingan, dengan tahap-tahap admisi/orientasi, pembinaan dan asimilasi. Terkonsentrasinya jumlah petugas Lapas pada seksi keamanan merupakan suatu hal yang wajar, sebab kondisi keamanan dalam Lapas merupakan acuan utama bagi pelaksanaan berbagai kegiatan di Lapas terutama menyangkut hal-hal pembinaan terhadap penghuni Lapas. Mekanisme pengamanan di Lapas diserahkan kepada Kepala Lembaga Pemasyarakatan setempat. Keamanan merupakan syarat mutlak untuk terlaksananya program-program pembinaan. Oleh karena itulah suasana aman dan tertib perlu diciptakan. Dalam kesempatan ini penulis mengungkapkan tiga permasalahan tentang sistem keamanan sebagai upaya efektifitas pembinaan narapidana narkoba yaitu, bagaimanakah sistem keamanan di Lapas Kelas I Madiun, kendala apa saja yang dihadapi petugas Lapas dalam pelaksanaan sistem keamanan dan bagaimana pengaruh sistem keamanan terhadap efektifitas pembinaan narapidana narkoba. Metode penulisan yang digunakan penulis dalam pembahasan ini adalah metode yuridis sosiologis, yaitu penulis mengungkap fenomena yang terjadi di Lapas Kelas I Madiun untuk ditemukan suatu fakta yang kemudian penulis bisa menarik suatu permasalahan untuk di identifikasi yang selanjutnya dianalisa untuk ditemukan penyelesaian masalah dari fenomena yang muncul tersebut. Berdasarkan analisa, Tujuan pembinaan narapidana di Lapas Kelas I Madiun adalah untuk memantapkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan YME dan mengembalikan narapidana supaya dapat kembali berinteraksi dengan masyarakat secara wajar. Secara umum pembinaan yang dilakukan di Lapas Kelas I Madiun adalah supaya berhasil menumbuhkan kesadaran dan kepercayaan diri narapidana, memperoleh pengetahuan khususnya dalam bidang ketrampilan, menumbuhkan rasa kesadaran untuk patuh terhadap hukum, sehingga memiliki semangat pengabdian terhadap negara. Karena narapidana narkoba mempunyai spesifikasi tertentu, maka dalam membina narapidana narkoba tidak dapat disamakan dengan membina narapidana umum. Namun dalam aplikasinya pembinaan narapidana narkoba di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Madiun masih dijadikan satu dengan pembinaan narapidana umum. Hal inilah yang masih menjadi faktor kurang maksimalnya pembina dalam melaksanakan pembinaan, khususnya terhadap narapidana narkoba. Sedangkan, Sistem keamanan yang dibuat berdasarkan yang penulis teliti, adalah sesuai dengan penerapan dari Landasan pembentukan keamanan di Lembaga Pemasyarakatan yaitu Bab V Pasal 46 UU No. 12 Tahun 1995 yaitu, Kepala LAPAS bertanggungjawab atas keamanan dan ketertiban di LAPAS yang dipimpinnya. Langkah-langkah pembinaan keamanan dan ketertiban dalam setiap Lapas Kelas I Madiun dilaksanakan sesuai dengan tingkat keadaan (situasi) mulai tahapan maximum security, medium security, minimum security. adapun fungsi pokok keamanan di Lapas Kelas I Madiun adalah memantau dan menangkal sedini mungkin gangguan keamanan dan ketertiban yang timbul dari luar maupun dalam Lapas. Untuk penciptaan kondisi keamanan yang kondusif di Lapas Kelas I Madiun, maka pelaksanaan program keamanan dilapangan di bagi menjadi empat regu keamanan. Sistem keamanan yang berlaku di Lapas Kelas I Madiun adalah Sistem Keamanan Perorangan, Sistem Keamanan Beregu, Sistem Keamanan Campuran, yang keseluruhannya di jalankan oleh KPLP. Dari analisa penulis, maka dapat disimpulkan bahwa Efektifitas sistem keamanan dan pembinaan narapidana narkoba di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Madiun terhadap narapidana narkoba dapat dikatakan belum efektif karena masih dicampurnya antara narapidana narkoba dengan narapidana umum. Sedangkan ada perbedaan yang spesifik antara narapidana narkoba dengan narapidana umum. Banyak akibat-akibat yang timbul dari tercampurnya tahanan narkotika dengan tahanan kasus umum. Pendekatan yang dilakukan bagi lapas umum adalah mengenai hal keamanan, penjagaan, dan pembinaan. Sedangkan, penanganan dan pendekatan pada lapas khusus narkotika, terdapat dua aspek penanganan dan pendekatan yang dilakukan, yaitu perawatan dan kesehatan dari narapidana.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 27 Jun 2012 03:15
Last Modified: 27 Jun 2012 03:15
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/9762

Actions (login required)

View Item View Item