MAKNA WARNA DALAM IKLAN PERMEN BLASTER VERSI DASI

Reza, Ahmades (2007) MAKNA WARNA DALAM IKLAN PERMEN BLASTER VERSI DASI. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
MAKNA_WARNA_DALAM_IKLAN_PERMEN_BLASTER_VERSI_DASI.pdf

Download (81kB) | Preview

Abstract

Kepercayaan dunia usaha kepada iklan terutama televisi bisa menjadi landasan kenyatan Televisi adalah salah satu wujud kemajuan teknologi informasi. Pada masa sekarang, bahwa televisi adalah media popular pada saat ini. Banyak masyarakat yang terpikat dengan berbagai program acara yang ada di televisi, sehingga jika iklan produk ditayangkan di televisi maka kemungkinan besar iklan tersebut ditonton oleh semua kalangan masyarakat. Iklan permen Blaster versi Dasi dipilih karena dalam visualisasinya iklan ini lebih menonjolkan simbol dari pada spesifik atau khasiat produk yang diiklankan dari pada iklan permen lainnya. Iklan permen Blaster ini menarik minat peneliti untuk mengkaji lebih dalam mengenai makna tanda yang terdapat didalamnya dengan menggunakan konsep semiotika model Roland Barthes yaitu dimana pemaknaan atas tanda di lakukan dengan 2 tahap yaitu dengan denotasi dan konotasi tanpa mengesampingkan mitosnya. Dengan demikian penelitian ini terfokus pada keywords makna warna dalam iklan televisi. Warna adalah sensasi yang diproduksi oleh mata dari cahaya atu sinar., efek yang diproduksi oleh pemacar sinar dari gelombang tertentu, atau pencampuran darinya. Sebagai sensasi, ia menimbulkan simultan terhadap saraf­saraf otak yang menimbulkna perasaan tertentu pada manusia. Karena itu warna dalam kehidupan sehari-­hari digunakan untuk memeberikan nuansa yang menimbulkan perasaan tertentu pada manusia (Hindarto,2006:3). Dalam menganalisa tanda menurut Barhes diperlukan tiga tahapan. Pertama tahap denotatif. Yaitu mencatat semua tanda yang ada seperti apa adanya misal gambar binatang, pada tahap ini hanya informasi data yang disampaikan. Denotasi lebih mengacu pada anggapan umum, makna jelas dari suatu tanda. Kedua, tahap konotasi yaitu membaca tanda yang tersirat atau tepatnya konotasi dipakai untuk menjelaskan salah satu dari tiga cara kerja tanda dalam tatanan pertandaan kedua. Konotasi menggambarkan interaksi yang berlangsung saat tanda bertemu perasaan atau emosi penggunanya dan nilai­nilai kulturalnya. Dan bagi Barhtes factor penting dalam konotasi adalah penanda dalam tatanan pertama Ketiga, tahap ideology atau mitos, yaitu memahami apa yang menjadi pandangan hidup atau nilai-­nilai­ nilai yang berlaku di masyarakat dan merupakan cara berpikir dari suatu kebudayaan tentang sesuatu, cara untuk mengkonseptualisasikan atau memahami sesuatu. Dari penelitian ini ditarik kesimpulan bahwa dalam menyajikan sebuah visualisasi sebuah iklan, kreator hendaknya dapat menampilkan visualisasi suatu produk secara baik sehingga dapat mempersuasi audiens untuk ingin menikmati/ merasakan/ membeli/ mengkonsumsi/menggunakan produk tersebut, baik dari penyajian skenario, setting & dekorasi, serta penggunaan warna yang tepat.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: N Fine Arts > NX Arts in general
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Sience
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 27 Jun 2012 02:16
Last Modified: 27 Jun 2012 02:16
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/9717

Actions (login required)

View Item View Item