ASAS-­ASAS KESEIMBANGAN HAK DAN KEDUDUKAN SUAMI ISTRI DALAM UNDANG-­UNDANG NO. 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN MENURUT PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

Rosyid Ridlo, Ahmad (2007) ASAS-­ASAS KESEIMBANGAN HAK DAN KEDUDUKAN SUAMI ISTRI DALAM UNDANG-­UNDANG NO. 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN MENURUT PERSPEKTIF HUKUM ISLAM. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
ASAS.pdf

Download (83kB) | Preview

Abstract

Perkawinan adalah merupakan suatu hal yang sakral dalam kehidupan setiap manusia, sehingga Allah SWT sendiri jelas sekali memerintahkannya bagi orang­orang yang telah mampu melaksanakannya, baik secara jasmani maupun rohani. Seiring dengan berkembangnya pendidikan manusia, mengakibatkan timbullah semacam persamaan derajat antara laki­laki dan wanita atau yang sering disebut juga dengan persamaan gender. Persamaan derajat antara seorang laki­laki dan wanita ini, akhirnya berdampak pula dalam kehidupan rumah tangga, yang mana pada masa sekarang ini banyak dari wanita tidak lagi mau di perlakukan tidak adil oleh kaum laki­laki. Hingga akhirnya pemerintah mengaturnya dalam sebuah Undang­undang, yang mana Undang­undang tersebut bertujuan untuk menepis anggapan bahwa kedudukan wanita dalam rumah tangga itu sangatlah marjinal sekali sekaligus juga untuk melindungi dan mengangkat kedudukan wanita dalam rumah tangga yang menyeimbangkannya dengan kedudukan laki­laki di depan hukum. Sehubungan dengan rumusan masalah, dalam penulisan skripsi ini penulis bermaksud mengetahui bagaimana ketentuan asas­asas keseimbangan hak dan kedudukan suami istri dalam Undang­undang No. 1 tahun 1974 tentang perkawinan menurut perspektif hukum Islam, maka penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif, yaitu pemaparan terhadap hasil perbandingan serta analisa tentang ketentuan asas­asas keseimbangan hak dan kedudukan antara suami istri dalam Undang­undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menurut perspektif hukum Islam. Dari hasil analisis penulis, bahwasannya dalam Undang­-undang No. 1 tahun 1974 telah diatur tentang ketentuan asas­asas keseimbangan hak dan kedudukan suami istri, dan apa yang ada dalam Undang­undang No. 1 tahun 1974 tersebut telah sesuai dengan hukum Islam, atau hukum Islam sendiri telah mengaturnya dengan berbagai dasar hukum yang ada, misalnya saja dalam bab v tentang hak dan kewajiban suami istri pasal 30 dan pasal 31 telah sesuai dengan apa yang dijelaskan di dalam al­Qur’an surat ar­Ruum ayat 21 dan surat an­Nisa’ ayat 34 serta dipertegas lagi dalam hadits Nabi Muhammad SAW, sehingga penulis menganggap bahwa hukum Islam sendiri telah mengatur tentang keseimbangan hak dan kedudukan suami istri, serta meletakkan kedudukan seorang istri seimbang dengan kedudukan suami, Islam jelas sekali melindungi kedudukan seorang istri. Hal ini juga sebagai dasar seorang istri agar tidak dimarjinalkan oleh seorang suami serta agar tidak diinjak­injak haknya seorang istri oleh suami. Keseimbangan hak dan kedudukan suami istri dalam Undang­undang No. 1 tahun 1974 ini dijabarkan dalam beberapa pasal sebagai berikut, pada bab V tentang hak dan kewajiban suami istri pasal 30 tentang kewajiban suami istri, pasal 31 tentang hak dan kedudukan suami istri, pasal 32 tentang tempat kediaman suami istri, pasal 33 tentang kewajiban saling mencintai, dan pasal 34 tentang kewajiban suami untuk melindungi istri serta keluarganya serta dalam hukum Islam sendiri mengatur tentang semua itu yang ada pada pasal­pasal tersebut di atas sebenarnya Islam telah mengatur sebelumnya. Jadi antara hukum Islam dengan isi dari Undang­undang No. 1 tahun1974 yang mengatur tentang keseimbangan hak dan kedudukan suami istri tersebut telah sesuai dan tidak ada lagi perbedaad di dalamnya, karena sesungguhnya undang­undang tersebut adalah merupakan aplikasi serta merujuk kepada Al­Qur’an sebagai dasar hukum yang paten bagi umat Islam. Dan pada akhirnya dalam penulisan akhir ini ada beberapa saran yang dapat djadikan bahan pertimbangan khususnya bagi kaum wanita agar tidak tertindas serta termarjinalkan oleh kaum laki­laki lagi, jadi bagi kita orang Islam harus menyadari akan adanya keseimbangan hak dan kedudukan antara suami istri tersebut.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Islamic Studies > Department of Syariah
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 26 Jun 2012 06:47
Last Modified: 26 Jun 2012 06:47
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/9637

Actions (login required)

View Item View Item