KONSEP DAN PARADIGMA PENDIDIKAN MULTIKULTURAL (Studi Analisis Undang­-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional)

NUR AFIDAH, TITIN (2007) KONSEP DAN PARADIGMA PENDIDIKAN MULTIKULTURAL (Studi Analisis Undang­-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
KONSEP_DAN_PARADIGMAPENDIDIKAN_MULTIKULTURAL.pdf

Download (89kB) | Preview

Abstract

Pendidikan multicultural merupakan wacana baru dan ini muncul karena ada latar belakang sebuah diskriminasi dan konflik terhadap masyarakat, baik dalam lingkup umum maupun pendidikan. UU RI No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional menyimpan nilai­nilai pendidikan multikultural, bahwasannya pendidikan ini masih dalam masa transisi ke multikultural. Akan tetapi nilai tersebut tidak dapat mengakomodir tujuan dari pendidikan itu sendiri dan lembaga pendidikan nasional belum bisa untuk merealisasikan pendididkan multikultural. Misalnya, dalam proses kegiatan belajar mengajar pendidik sering kali melanggar norma­norma pendidikan, khususnya konsep pendidikan mutikultural. Peran pendidik yang kurang profesional dalam mengajarkan sebuah materi pelajaran, serta sering kali pendidik memberikan doktrin pendidikan agama yang monoton. Karena pada dasarnya dalam KBK adalah anak didik bebas untuk mengembangkan kompetensinya untuk memilih ajaran agama yang dikehendakinya. Akan tetapi pendidik bertindak tidak demikian, justru memberikan dokrin yang mengukung anak didik dalam berpikir. Terdapat pasal menyebutkan tentang peserta didik yang mendapatkan ajaran agama dari guru pendidik yang beragama serumpun yang menyisahkan pro dan kontra hingga sekarang, bisa jadi hal ini akan mucul kembali jika tidak segera diantisipasi. Banyak kekurangan kejelasan dalam kurikulum yang berkaiatan dengan pendidikan agama, karena agama yang ada di Indonesia sangat beragam. Kondisi bangsa Indonesia memang heterogen bisa mendukung penerapan pendidikan ini, karena banyak suku, etnis, agama/aliran atau kepercayaan serta budaya yang berbeda berkembang disini. Perlunya lembaga pendidikan menemukan paradigma baru atau melakukan rekontruksi terhadap komponen­komponen pendidikan, Lalu bagaimana peran pendidikan multikultural ini dalam sistem pendidikan pendidikan nasional dan relevansisnya untuk pendidikan agama. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran kepada masyarakat umum atas pentingnya nilai­ nilai mutikultural, khususnya departemen pendidikan dalam memberdayakan masyarakat untuk mentransformasikan nilai tersebut dalam hati nuraninya. Mengkonsep pendidikan mutikultral untuk diintergasikan dalam sistem pendidikan nasional dan KBK. Mungkin saja dengan demikian mampu menyelesaikan sebagian masalah pendidikan yang ada di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif diskriptif yaitu memaparkan kajian ilmiah sebuah data yang telah ditemukan dalam lapangan yang kemudian dianalisis untuk menghasilkan sebuah jawaban. Data yang didapat bisa berasal dari buku, majalah, koran dan internet serta yang lainnya. Masih perlu didapatkan lagi data yang lebih akurat, mengingat pendidikan multikultural ini masih dalam tehap sebuah wacana yang baru. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa konsep dan paradigma pendidikan multikultural adalah sebuah proses pendidikan yang mengakui dan memahami serta menyadari akan sebuahperbedaan yang ada dalam masyarakat, khususnya anak didik, dari bahasa, agama, seni, kemampuan dan lain sebagainya. Tujuan dari pendidikan ini adalah memberikan kesetaraan dan penghargaan, serta perlakuan yang demokrasi terhadap seluruh manusia. Dalam sistem pendidikan nasional berdasarkan pada sebuah ideologi atau falsafah Pancasila dan berdasarkan pada UUD 1945, yang mengandung nilai pendidikan multikultural. Pendidikan ini dapat berjalan jika didukung dengan adanya Kurikulum Berbasis Kompetensi yang berupaya untuk mengembangkan potensi yang dimiliki anak didik. Anak didik bebas untuk berkreasi dalam proses pendidikan, akan tetapi masih terikat dengan norma­norma pendidikan. Untuk menerapkan konsep pendidikan ini, Indonesia harus menghadapi berbagai tantangan, yakni mengenai kurikulum, profesionalisme guru, mata pelajaran pendidikan multikultural. Dalam ajaran pendidikan agama, khususnya pendidikan Islam, bahwa pendidikan multikultural penting untuk diterapkan atau dihubungkan, mengingat agama yang ada di Indonesia heterogen. Implikasinya guru harus memberikan wawasan atau metode pengajaran yang kontekstual dalam masalah yang berkaitan dengan agama dan sosial, agama dan budaya, agama dan politik. Yang semuanya itu rawan sekali terjadi diskriminasi. Konsep paradigma ini bisa diterapkan di Indonesia dengan merujuk pada Undang­undang Dasar 1945, tentang visi Indonesia 2020, etika kehidupan berbangsa bernegara serta sistem pendidikan nasional.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Faculty of Islamic Studies > Department of Tarbiyah
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 26 Jun 2012 02:41
Last Modified: 26 Jun 2012 02:41
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/9483

Actions (login required)

View Item View Item