PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM MOHAMMAD NATSIR

Mardiyana, Dwi (2007) PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM MOHAMMAD NATSIR. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PEMIKIRAN_PENDIDIKAN_ISLAMMOHAMMAD_NATSIR.pdf

Download (78kB) | Preview

Abstract

Mohammad Natsir adalah tokoh yang menggagas pembaharuan pendidikan Islam yang berbasis al­Qur’an dan al­Sunnah. Dengan berbasis al­Qur’an dan al­Sunnah, maka pendidikan Islam harus bersifat integral, harmonis, dan universal, mengembangkan segenap potensi manusia agar menjadi manusia yang bebas, mandiri sehingga mampu melaksanakan fungsinya sebagai khalifah di muka bumi. Selanjutnya, konsep pendidikan integral, harmonis dan universal tersebut oleh Natsir dihubungkan dengan misi ajaran Islam sebagai agama yang bersifat universal. Menurut Natsir, bahwa Islam bukan sekedar agama dalam pengertian yang sempit yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan saja, melainkan juga mengatur hubungan manusia dengan manusia. Dari pertimbangan yang telah diutarakan di atas, terlihat bahwa studi mengenai Mohammad Natsir dan pemikirannya tentang pendidikan Islam merupakan bidang yang amat menarik dan penting untuk diteliti serta cukup beralasan, maka peneliti berusaha menganalisis pemikiran Mohammad Natsir, serta membuat format dari gagasan tersebut yang dikemas dalam suatu rumusan: Bagaimana konsep Pendidikan Islam menurut Mohammad Natsir. Untuk menjawab permasalahan ini maka dilacak pemikiran Mohammad Natsir mengenai: (a) tujuan pendidikan Islam, (b) kurikulum pendidikan Islam, (c) metode pendidikan Islam. Dilihat dari segi tujuannya sebagaimana tersebut di atas, maka penulisan skripsi ini dapat dikategorikan sebagai penelitian yang berbentuk deskriptif. Dengan bentuk penelitian ini, maka upaya yang dilakukan adalah memberikan uraian atau deskripsi yang seluas­luasnya terhadap pemikiran Mohammad Natsir tentang pendidikan Islam. Untuk itu penelitian sepenuhnya akan menggunakan data­data pustaka, baik berbentuk jurnal, majalah, dan artikel yang menulis tentang pemikiran Mohammad Natsir. Hasil temuan dari penelitian ini tentang tujuan pendidikan Islam yang ingin dicapai oleh Mohammad Natsir adalah membentuk manusia yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, maju dan mandiri sehingga memiliki ketahanan rohaniah yang tinggi serta mampu beradaptasi dengan dinamika perkembangan masyarakat. Oleh karena itu untuk mencapai tujuan pendidikan Islam tersebut menurut pandangan Mohammad Natsir semestinya kurikulum pendidikan dapat disusun dan dikembangkan secara integral dengan mempertimbangkan kebutuhan umum dan kebutuhan khusus sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh peserta didik, sehingga akan tertanam sikap kemandirian bagi setiap peserta didik dalam menyikapi realitas kehidupannya. Dengan menggunakan kurikulum pendidikan yang integral maka proses transformasi ilmu pada peserta didik dapat ditempuh melalui tiga tingkatan yaitu: metode hikmah, mauidzah dan mujadalah. Ketiga metode tersebut bersifat landasan normatif dan diterapkan dalam tataran praktis yang dapat dikembangkan dalam berbagai model sesuai dengan kebutuhan yang dihadapi peserta didik. Dalam pandangan Natsir, dari beberapa metode yang diungkapkan di atas, terlihat metode hikmah lebih berorientasi pada kecerdasan dan keunggulan. Metode ini memiliki cakupan yangsangat luas, meliputi kemampuan memilih saat yang tepat untuk melangkah, mencari kontak dalam alam pemikiran guna dijadikan titik bertolak, kemampuan memilih kata dan cara yang tepat, sesuai dengan pokok persoalan, sepadan dengan suasana serta keadaan orang yang dihadapi. Natsir menambahkan bahwa implikasi metode hikmah ini akan menjelma dalam sikap dan tindakan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Faculty of Islamic Studies > Department of Tarbiyah
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 23 Jun 2012 05:08
Last Modified: 23 Jun 2012 05:08
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/9239

Actions (login required)

View Item View Item