DAMPAK PERKEMBANGAN PASAR MODAL TERHADAP PERBANKAN SEBAGAI LEMBAGA INTERMEDIASI KEUANGAN DI INDONESIA

SRI NURYANI, HANIFAH (2007) DAMPAK PERKEMBANGAN PASAR MODAL TERHADAP PERBANKAN SEBAGAI LEMBAGA INTERMEDIASI KEUANGAN DI INDONESIA. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
DAMPAK_PERKEMBANGAN_PASAR_MODAL_TERHADAPPERBANKAN_SEBAGAI_LEMBAGA_INTERMEDIASI_KEUANGANDI_INDONESIA.pdf

Download (28kB) | Preview

Abstract

Selama dekade terakhir perkembangan perusahaan pembiayaan dan lembaga keungan lainnya termasuk pasar modal telah berkembang pesat. Perkembangan pasar modal ditandai dengan meningkatnya emiten di bura efek, nilai kapitalisasi pasar, nilai perdagagan di pasar sekunder, serta lembaga penunjang pasar modal seperti perusahaan sekuritas, broker dan perusahaan penjamin emisi penjualan saham tersebut berdampak pada berkurangnya peran perbankan sebagai lembaga perantara (disintermediasi). Tujuan peelitian ini untuk mendeskripsikan perkembangan pasar modal di Indonesia sebagai lembaga intermediasi keuangan di luar sistem perbankan dan untuk mengetahui apakah perkembangan pasar modal menyebabkan terjadinya disintermediasi fungsi bank, dimana seolah-olah peran bank dalam menghimpun dan menyalurkan dana berkurang karena adanya lembaga lain yang masuk dalam persaingan. Berdasarkan tujuannya metode penelitian yang dilakukan ini adalah metode penelitian deskriptif kuantitatif. Metode analisis yang digunakan dengan menggunakan pendekatan pendekatan keseimbangan dan integrasi di pasar keuangan tersebut, maka pembahasan disini lebih mengarah pada kemungkinan terjadinya disintermediasi atau lebih tepatnya konsolidasi pasar, dengan menggunakan kemungkinan terjadinya disintermediasi atau lebih tepatnya konsolidasi pasar, dengan menggunakan metode analisis: a. Perbedaan harga/selisih dari pendapatan di pasar modal dengan suku bunga. Dengan menghitung nilai Rm dan Rf.( Foley,Bernard J., Capital Marker ,Mac milian Press Ltd,1991,Page 3,124 ) b. Perbandingan pangsa pasar c. Perbandingan pertumbuhan kuantitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa periode tahun 1998 –2005 dapat dikatakan bahwa pasar modal di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat berarti terbukti dengan tingginya nilai IHSG di pasar modal terutama pada tahun 2005 mencapai level 1.162,23 ini membuktikan keadaan pasar modal di Indonesia sebagai alternatif sumber pembiayaan di luar perbankan telah mampu menunjukkan perannya dengan baik. Dunia perbankan yang selama ini menjadi salah satu sumber pembiayaan atau sarana investasi, telah mengalami pengurangan perannya sebagai lembaga intermediasi keuangan dengan adanya perkembangan pasar modal sebagai sumber pembiayaan dan investasi di luar perbankan. Ini terbukti dengan semakin menurunnya tingkat suku bunga deposito yang berlaku di perbankan dari 22,5 % per bulan pada akhir tahun 1999 menjadi 10,95 perbulan pada akhir 2002. Dari indikator pendapatan di perbankan ini dapat dilihat bahwa sangat terpengaruh dengan perkembangan pasar modal, dengan kata lain perbankan telah mengalami dis-intermediasi yang dikarenakan oleh penurunan tingkat suku bunga. Hasil uji statistik terhadap selisih antara pendapatan di pasar modal dengan perbankan yang semakin mengecil selama periode pengamata (1998 –2005) menunjukkan bahwa kedua pasar terintegrasi, sehingga dapat disimpulkan bahwa telah terjadi disintermediasi kegiatan bank terutama pada periode pengamatan 2002 – 2005, meskipun secara keseluruhan masih relatif lemah karena pertumbuhan kedua pasar masih searah dan tidak saling meniadakan. Terjadinya proses disintemediasi, khususnya dana jangka panjang (12 bulan), ditunjukkan oleh hubungan antara suku bunga jangka panjang perbankan dengan pendapatan di pasar modal yang bersifat substitusi. Hasil pengujian berikutnya dengan menggunakan perbandingan pasar diketahui bahwa pada tahun 1998, 2000, 2002, 2003, dan 2004 nilai Gmcap > Gdep menunjukkan pergeseran pangsa pasar terjadi, yang berarti bahwa pasar modal semakin berperan. Gmcap > 0, maka terjadi disintermediasi dimana perbankan kehilangan pangsanya, atau dengan kata lain pada kondisi ini pasar modal merupakan substitusi dari produk kredit atau deposito perbankan. Hasil pengujian ketiga dengan menggunakan pertumbuhan kuantitas diketahui bahwa pada tahun 1999, 2000, 2002, dan 2005 Gmcap < Gcrd < 0, maka hal tersebut menunjukkan tidak adanya perbedaan pertumbuhan di kedua pasar, sehingga kedua produk merupakan substitusi bagi pihak yang membutuhkan dana (deficit spending unit). Fenomena di atas terjadi pada saat karakteristik kedua segmen pasar hampir sama, tetapi kriteria kebutuhan dana atau investasi antara pihak yang memperoleh dana dari pasar modal dengan yang memperolehnya dari bank berbeda, maka dapat dikatakan telah terjadi disintermediasi dengan tergesernya produk perbankan oleh produk pasar modal. Berdasarkan analisis trend yang dilakukan terhadap selisih pendapatan diketahui bahwa terjadi penurunan selisih pendapatan pasar modal dan perbankan. Hasil trend perbandingan pangsa pasar diketahui bahwa terjadi penurunan perbandingan pangsa pasar. Hasil trend pertumbuhan kuantitas diketahui bahwa terjadi penurunan pertumbuhan kuantitas.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Faculty of Economic > Department of Economics and Development Studies
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 23 Jun 2012 04:17
Last Modified: 23 Jun 2012 04:17
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/9218

Actions (login required)

View Item View Item