KARAKTERISTIK SEKTOR INFORMAL (PKL) DI KOTA BATU

SULISTIAWATI, SULISTIAWATI (2007) KARAKTERISTIK SEKTOR INFORMAL (PKL) DI KOTA BATU. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
KARAKTERISTIK_SEKTOR_INFORMAL.pdf

Download (41kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini mengambil judul “KARAKTERISTIK SEKTOR INFORMAL (PKL) DI KOTA BATU “. Sektor informal memegang peranan yang besar dalam penyerapan tenaga kerja, dimana sektor formal kemampuanya sangat terbatas dalam menampung tenaga kerja, pedagang kaki lima merupakan salah satu jalan keluar untuk memenuhi kebutuhan hidup serta dapat mengurangi angkatan kerja yang menganggur dan dapat dijadikan lapangan pekerjaan bagi anggota masyarakat yang berpendidikan rendah dengan pengalaman serta ketrampilan yang sangat terbatas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan sektor informal pedagang kaki lima yang meliputi : tingkat pendidikan, pendapatan, beban tanggungan ekonomi, jenis dan sifat pekerjaan, motivasi pekerja serta modal yang di butuhkan. Metode pengumpulan data menggunakan metode kuisioner, studi pustaka dan interview. Teknik pengambilan sampel yang dipakai adalah system simple random sampling dengan jumlah populasi 3685 dan sampel yang di ambil sebanyak 30 responden. Untuk menganalisa data primer dan data sekunder digunakan teknik diskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa usia PKL antara kurang dari 20 tahun sampai lebih dari 60 tahun. Tingkat pendidikan sebagian besar sebanyak 36,67% tamat SD dan SMP, status perkawinan sebanyak 83,34% telah menikah. Jumlah responden yang mempunyai tanggungan sebanyak 3 orang, status kepemilikan usaha 70% seluruhnya milik sendiri. Motivasi bekerja sebagai PKL 40% yaitu lebih menguntungkan dari pekerjaan lain sedangkan modal usaha 33,34% antara Rp751.000 – Rp 1.000.000,- dan sumber modal tersebut diperoleh dari modal sendiri, pendapatan perhari yaitu antara Rp 151.000 – Rp 200.000,- yaitu sebanyak 46,67% dan sebagian besar PKL yaitu penjual makanan dan minuman. Berdasarkan kesimpulan bahwa pemerintah harus mendukung dalam pembinaan pedagang kaki lima baik itu dalam bentuk dukungan modal maupun dalam hal keamanan mereka dalam melakukan usahanya karena pedagang kaki lima tersebut dapat mengurangi pengangguran. Apalagi Kota Batu merupakan kota wisata di kabupaten Malang sehingga dengan adanya pedagang kaki lima akan menambah pendapatan daerah tentunya dengan pembinaan dan perlindungan bagi sektor informal.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Faculty of Economic > Department of Economics and Development Studies
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 23 Jun 2012 03:02
Last Modified: 23 Jun 2012 03:02
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/9159

Actions (login required)

View Item View Item