TINJAUAN YURIDIS SOSIOLOGIS TERHADAP PELAKSANAAN PERJANJIAN “ARISAN DAGANG”(Studi di Pasar Kepanjen Kec. Kepanjen Kab. Malang)

SURYONO, GANDHI (2007) TINJAUAN YURIDIS SOSIOLOGIS TERHADAP PELAKSANAAN PERJANJIAN “ARISAN DAGANG”(Studi di Pasar Kepanjen Kec. Kepanjen Kab. Malang). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
TINJAUAN_YURIDIS_SOSIOLOGIS_TERHADAP_PELAKSANAAN_PERJANJIAN.pdf

Download (259kB) | Preview

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari kita menjumpai apa yang dinamakan pasar, dimana didalamnya ada dua subyek yang saling berhadapan yaitu penjual dan pembeli untuk mengadakan transaksi jual beli. Yang dimaksud pasar disini adalah pasar Kepanjen Kec. Kepenjen Kab. Malang. Selain melakukan jual beli pedagang dipasar Kepanjen juga melakukan kegiatan lain yaitu arisan dagang, hal ini dikarenakan semata-mata adanya keperluan atau kebutuhan dari masyarakat yang membutuhkan permodalan secara mudah dalam rangka memperbesar atau mempelancar usahanya. Perjanjian arisan dagang ini ada beberapa pihak yaitu pertama pihak pengelola arisan dan yang kedua pihak anggota arisan, dimana dalam perjanjian arisan dagang ini dilakukan secara tidak tertulis atau lesan yang hanya memegang janji pihak lain. Hal yang demikian ini tidak menguntungkan atau menjamin kepastian hukumnya baik bagi pengelola arisan dan anggota arisan apabila ada salah satu pihak mengingkari perjanjian yang telah mereka buat atau juga Wanprestasi. Dalam kesempatan ini penulis ingin mengemukakan suatu persoalan yang terjadi dalam perjanjian arisan dagang. Pelaksanakan arisan dagang biasanya dibuat secara tidak tertulis dan itu sangat memungkinkan dari salah satu pihak untuk melakukan kelalaian, kealpaan atau juga disebut Wanprestasi karena itu perbuatan perjanjian arisan dagang mengakibatkan semua resiko ditanggung oleh pihak pengelola sebagai pihak pelaksana. Sedangkan metode yang digunakan adalah Metode pendekatan yang dipakai adalah metode pendekatan Yuridis Sosiologis, pendekatan ini dimaksudkan agar peneliti dengan mudah menggambarkan dan mengungkapkan persoalan-persoalan hukum yang diteliti dalam hubunganya dengan realitas empiris Berdasarkan hasil penelitian dalam praktek pelaksanaan perjanjian arisan dagang yang ada di pasar Kepanjen tidak terlepas dari masalah seperti adanya pihak-pihak yang melakukan kelalaian atau Wanprestasi maka persoalan dari anggota yang melakukan Wanprestasi tadi menjadi tanggung jawab sepenuhnya pihak pengelola sebagai pihak pelaksana. Namun di dalam menyelesaikan suatu sengketa antara kedua belah pihak antara pengelola arisan dan anggota arisan ditempuh dengan jalan Non litigasi atau di luar pengadilan dengan cara kekeluargaan, konsultasi yaitu pertukaran pikiran untuk mendapatkan kesimpulan yang sebaik-baiknya. Bahwa penyelesaian sengketa yang terjadi dalam pelaksanaan perjanjian arisan dagang sepenuhnya adalah tanggung jawab pihak pengelola sebagai pihak pelaksana kegiatan perjanjian arisan dagang termasuk di dalamnya adanya Wanprestasi. Bahwa kontruksi hukum perjanjian arisan dagang bersifat berat sebelah (kurang adil) karena pihak pengelola perjanjian arisan dagang ini tidak dapat dijatuhi sanksi pembatalan perjanjian karena pengelolaan dan pelaksanaan perjanjian arisan dagang ada ditangannya dan sangat menguntungkan pihak pengelola sedangkan kedudukan pihak anggota dalam perjanjian arisan dagang sangat lemah. Dari uraian diatas maka penulis menyarankan agar untuk terjaminnya para pihak dalam mengadakan perjanjian arisan dagang hendaknya dilakukan secara tertulis untuk menjamin kepastian hukumnya. Dan dalam penyelesaian jika terjadi sengketa atau Wanprestasi, hendaknya diselesaikan dengan cara kekeluargaan terlebih dahulu, dan penyelesaian tersebut harus benar-benar menjamin keadilan hukum

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 22 Jun 2012 06:44
Last Modified: 22 Jun 2012 06:44
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/9125

Actions (login required)

View Item View Item