EFEKTIFITAS SANKSI PIDANA ADAT DESA DALAM MENANGGULANGI PERZINAHAN DI MASYARAKAT(Studi di Desa Sumber Tangkil, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang)

SUSIANA, RATNA (2007) EFEKTIFITAS SANKSI PIDANA ADAT DESA DALAM MENANGGULANGI PERZINAHAN DI MASYARAKAT(Studi di Desa Sumber Tangkil, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
EFEKTIFITAS_SANKSI_PIDANA_ADAT_DESA.pdf

Download (161kB) | Preview

Abstract

Obyek studi dalam penelitian ini adalah prosedur penerapan sanksi pidana adat desa dan bentuk-bentuk sanksi pidana adat desa dalam menanggulangi perzinahan diwilayah desa Sumber Tangkil. Di mana perzinahan di desa Sumber Tangkil dapat dikatakan sering terjadi, sehingga menyebabkan keresahan dalam masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendapatkan gambaran tentang prosedur penerapan sanksi pidana adat desa yang ada di desa Sumber Tangkil. Selain itu juga untuk mengetahui bentuk-bentuk sanksi pidana adat desa dalam menanggulangi perzinahan di desa Sumber Tangkil. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode diskriptif kualitatif, yaitu menganalisa data yang diperoleh dari lokasi penelitian yang sesuai dengan pokok permasalahan penulisn hukum ini. Sehingga dapat mengambarkan tentang bagaimana prosedur penerapan sanksi pidana adat desa dan mengenai bentuk-bentuk sanksi pidana adat desa dalam menanggulangi perzinahan di wilayah desa Sumber Tangkil. Dari hasil penelitian diketahui bahwa prosedur penerapan sanksi pidana adat desa adalah adanya laporan dari pihak keluarga atau masyarakat yang disampaikan kepada ketua RT dan selanjutnya ketua RT menyampaikan kepada kepala desa. Kepala desa memerintahkan kepada hansip untuk menyelidiki pelaku, setelah penyelidikan didapatkan hasil pelaku benar-benar melakukan perzinahan maka kepala desa bermusyawarah dengan hansip menentukan hari penggrebekan. Dihari penggrebekan pelaku dibawa ke balai desa untuk mendapatkan sanksi. Keputusan pemberian sanksi adalah setelah adanya musyawarah antara kepala desa dan tokoh masyarakat. Selain itu dari hasil penelitian juga diketahui bentuk sanksi di desa Sumber Tangkil adalah yang pertama membayar denda berupa pasir, batu sungai dn semen. Kedua bagi pelaku perzinahan yang sama-sama masih bujang selain membayar (bentuk sanksi ke-1) mereka harus menikah. Ketiga bagi pelaku yang salah satunya sudah menikah atau sama-sama sudah menikah selain membayar (sanksi ke-1) salah satu dari mereka harus meninggalkan desa.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 22 Jun 2012 03:56
Last Modified: 22 Jun 2012 03:56
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/9096

Actions (login required)

View Item View Item