KONSTRUKSI IDENTITAS PEREMPUAN DALAM FILM (Analisis Semiotik Film Ungu Violet)

MARIANA SASMITA, IKA (2007) KONSTRUKSI IDENTITAS PEREMPUAN DALAM FILM (Analisis Semiotik Film Ungu Violet). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
KONSTRUKSI_IDENTITAS_PEREMPUAN_DALAM_FILM.pdf

Download (88kB) | Preview

Abstract

Film sebagai media komunikasi massa yang bersifat audio dan visual mampu mengkonstruksi dan menyajikan kembali suatu realitas serta berbagai fenomena melalui tanda­tanda dan semua struktur yang membangun sebuah film. Fenomena yang selalu menarik adalah tentang cinta dan perempuan. Film Ungu Violet merupakan salah satu film yang salah satu bagian di dalamnya menceritakan tentang perempuan yang jatuh cinta (roman) dan optimismenya dalam hidup. Perbandingan langsung identitas perempuan antara tokoh­tokoh dalam film ini serta banyaknya sorotan media dewasa ini kepada perempuan yang tak hanya sebagai subyek, namun juga sebagai obyek komoditi atau marjinalisasi identitas perempuan dalam film, membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini. Penelitian ini berupaya untuk mengetahui bagaimana identitas perempuan dikonstruksikan melalui tanda­tanda dalam teks film Ungu Violet dan apa makna identitas perempuan tersebut. Penelitian ini berorientasi pada komunikasi sebagai produksi dan pembangkitan makna. Pencarian makna pada film harus menggunakan metode yang tepat, yang nantinya akan membantu peneliti mengungkap makna yang tersembunyi di balik tanda­tanda dalam sebuah film. Karena film dikonstruksi oleh tanda­tanda, maka pemaknaan ini dirasa tepat dengan menggunakan metode semiotik. Penelitian ini menggunakan metode semiotik Charles Sanders Peirce karena formula triadik Peirce yang kedua (secondnes) mengenai relasi “menggantikan” (stands for) di antara tanda (representamen) dengan obyeknya melalui interpretan, dirasa lengkap dan tepat untuk meneliti sebuah teks audio visual. Proses pemaknaan pada tanda melalui tiga tahap tersebut (triadik) disebut Peirce sebagai proses semiosis. Analisis tanda nantinya akan mengarah pada pembuktian bahwa setiap tanda ditentukan oleh obyeknya, yang terdefinisi menjadi tiga jenis yaitu, ikon, indeks, dan simbol. Menggunakan metode semiotik dalam penelitian pada dasarnya adalah sebuah metodologi kualitatif­interpretatif. Dengan tujuan untuk mengetahui representasi identitas perempuan dalam film Ungu Violet, maka plot­plot yang dipilih adalah yang memunculkan tanda­tanda yang mengandung identitas perempuan. Pemaknaan dua elemen penting dalam film, yaitu audio (meliputi dialog/monolog/voice over, ilustrasi musik, sound effect) dan visual (meliputi teknik pengambilan gambar, lighting, visualisasi, warna) akan dijadikan sebagai unit analisis data. Sementara data diperoleh dengan teknik dokumentasi dari VCD film Ungu Violet dan sumber lainnya yang berhubungan dengan penelitian. Proses semiosis dalam teknik analisis data disajikan berupa skema segi tiga makna Peirce. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa identitas perempuan yang dikonstruksikan dalam film Ungu Violet ditampilkan melalui representasi dua tokoh utama, yaitu yaitu Kalin dan Nenek Kalin. Identitas perempuan dalam teks film Ungu Violet dikonstruksikan secara dinamis melaluidua struktur yang membentuk film yaitu audio dan visual. Sedangkan makna identitas perempuan, diidentifikasi menjadi tiga, yaitu identitas personal, sosial, dan kultural. Tokoh Kalin merepresentasikan identitas personal sebagai pribadi yang optimis dan positif memandang hidup, perhatian dan hormat pada orang tua, dan sekaligus mudah dipengaruhi oleh pendapat orang lain atau tidak dapat mempertahankan argumennya. Identitas sosial Kalin sehubungan dengan profesinya sebagai model masih dianggap sebelah mata oleh masyarakat, selain itu juga diperlihatkan relasinya dengan karakter lain dlaam film ini, yaitu Nenek Kalin, Lando, Erlina, dan Riza. Identitas kultural, diperlihatkan kepatuhan Kalin terhadap nilai budaya masyarakat, serta melekatnya perilaku feminin dan maskulin, yang berjalan bersama dalam pribadi Kalin. Tokoh Nenek Kalin merepresentasikan identitas personal sebagai perempuan dengan pribadi yang ramah, sederhana, bijak, agak cerewet, penyayang dan menyukai kehidupan yang telah lalu. Identitas sosial dari Nenek Kalin, meliputi relasinya dengan Kalin dan relasi dengan teman­ teman sebayanya. Identitas kultural Nenek Kalin, diperlihatkan sebagai perempuan atau individu yang feminin.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: N Fine Arts > NX Arts in general
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Sience
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 20 Jun 2012 10:08
Last Modified: 20 Jun 2012 10:08
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/8812

Actions (login required)

View Item View Item