ANALISIS PERKARA KEPAILITAN TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN NIAGA NO. 26/PAILIT/1999/JKT. PST DAN PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NO. 15 K/N/1999

TRIRACHMAWATI, SANTA (2007) ANALISIS PERKARA KEPAILITAN TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN NIAGA NO. 26/PAILIT/1999/JKT. PST DAN PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NO. 15 K/N/1999. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
ANALISIS_PERKARA_KEPAILITAN_TERHADAP_PUTUSAN_PENGADILAN.pdf

Download (161kB) | Preview

Abstract

Fokus yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimana analisis pertimbangan hukum Pengadilan Niaga Jakarta Pusat yang mengabulkan permohonan pailit dari PT. Liman International Bank? serta Bagaimanakah analisis pertimbangan hukum Mahkamah Agung yang membatalkan putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat? Penulisan ini dilatarbelakangi oleh adanya Putusan Mahkamah Agung No. 15 K/N/1999 yang membatalkan Putusan Pengadilan Niaga No. 26/Pailit/1999/JKT. PST. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Yuridis Normatif, dimana penulis melakukan penelitian kepustakaan yang selanjutnya data tersebut digunakan sebagai analisis terhadap permasalahan. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis, maka penulis memperoleh jawaban atas permasalahan yang ada bahwa pertimbangan hukum Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dalam perkara No. 26/Pailit/1999/JKT. PST adalah belum benar seluruhnya sebab Majelis Hakim Pengadilaan Niaga menempatkan Sdr. Surya Widjaya menjadi Kreditur padahal orang tersebut tidak termasuk sebagai Kreditur terhadap Termohon Pailit, selain itu Pengadilan Niaga tidak melakukan pembuktian terlebih dahulu tentang benar atau tidaknya bahwa Termohon Pailit mempunyai hutang kepada Sdr. Dominicus Alam. Pengadilan Niaga dalam pertimbangan putusannya tidak menyinggung sama sekali tentang hal tersebut seakan-akan Majelis Hakim Pengadilan Niaga dengan mudahnya mempercayai begitu saja terhadap dalil Pemohon Pailit yang menyatakan bahwa Termohon Pailit berhutang kepada Sdr. Dominicus Alam. Dengan demikian menurut analisis penulis, patut kiranya jika Mahkamah Agung melakukan pembatalan atas putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat mengingat bahwa Putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat adalah bertentangan dengan hukum. Menyikapi hal diatas maka menurut penulis seharusnya Pengadilan Niaga lebih berhati-hati dalam memeriksa dan memutus perkara-perkara kepailitan terutama kepailitan suatu Perseroan Tebatas (badan hukum) sebab putusan pailit tersebut tentu akan menimbulkan dampak sosial yang sangat luas.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 19 Jun 2012 07:22
Last Modified: 19 Jun 2012 07:22
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/8580

Actions (login required)

View Item View Item