Sajaratun Thoyyibah Muhammadiyah

Markus, Sudibyo (2009) Sajaratun Thoyyibah Muhammadiyah. Muhammadiyah Articles (13676).

[img]
Preview
Text
SAJARATUN_THOYYIBAH_MUHAMMADIYAH.ps

Download (375kB) | Preview

Abstract

“Godhal gadhul”, atau serba tanggung, itulah istilah yang pernah digunakan oleh Pak AR terhadap perkembangan Muhammadiyah pada masa itu, tahun 70-an. Ibarat sado atau kereta kuda yang bingung, karena kereta atau gerobak di depan, sementara kuda yang mestinya menarik di depan, justru berada di belakang. Situasi itu masih relevan untuk diterapkan pada kondisi Muhammadiyah saat ini. Muhammadiyah yang sejak awal telah menyatakan diri sebagai gerakan ummah, gerakan da’wah dan amar ma’ruf nahi munkar, tapi pada waktu tahun 70an itu, juga pada saat ini, sebagian besar pimpinannya telah lupa daratan dan mengalami kegatalan politik, dengan justru ramai-ramai ikut terjun bebas dalam arus politik praktis, dengan membawa serta atribut-atribut dan kemapanannnya sebagai pimpinan persyarikatan. Karena tanpa atribut dan kemapanannya di Muhammadiyah, mustahil mereka memiliki daya jual dalam persaingan dalam pasar politik praktis. Muhammadiyah memang merupakan batu pijak atau stepping stone yang siap pakai untuk membuat “terobosan” pribadi menuju karier politik.

Item Type: Article
Subjects: A General Works > UMM News Archive
Divisions: Others
Depositing User: Anggit Aldila
Date Deposited: 19 Jun 2012 06:59
Last Modified: 19 Jun 2012 06:59
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/8566

Actions (login required)

View Item View Item