Majelis Tarjih, PP Muhammadiyah (2009) WAKTU PELAKSANAAN SHALAT WITIR. WAKTU PELAKSANAAN SHALAT WITIR (381).
|
Text
Fatwa_07_2009_Salat_Witir.pdf Download (1281b) |
Abstract
Shalat lail disebut shalat tahajjud karena shalat tersebut dilaksanakan setelah bangun tidur. Disebut shalat witir karena dalam melaksanakan shalat tersebut diakhiri dengan witir (bilangan ganjil). Disebut qiyamu lail karena shalat tersebut dilaksanakan hanya pada waktu malam. Disebut qiyamu Ramadhan karena shalat tersebut dilakukan pada bulan Ramadhan dan istilah yang sering digunakan untuk shalat lail di bulan Ramadhan adalah shalat tarawih, karena dalam shalat malam tersebut dilaksanakan dengan bacaan yang bagus dan lama dan setelah empat rakaat pertama dan kedua ada istirahat sebentar. (al' Utsaimin, Majalis Syahr Ramadhan)
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > Tarjih Script |
| Divisions: | Others |
| Depositing User: | Anggit Aldila |
| Date Deposited: | 19 Jun 2012 06:36 |
| Last Modified: | 19 Jun 2012 06:36 |
| URI: | http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/8543 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
