“PENGELOLAAN OBYEK WISATA BENDUNGAN SELOREJO DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT SEKITAR” (Studi di Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang)

Tri Harianti, Yuni (2007) “PENGELOLAAN OBYEK WISATA BENDUNGAN SELOREJO DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT SEKITAR” (Studi di Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PENGELOLAAN_OBYEK_WISATA_BENDUNGAN_SELOREJO_DALAM_MENINGKATKAN_KESEJAHTERAAN_MASYARAKAT_SEKITAR.pdf

Download (196kB) | Preview

Abstract

Memasuki era pasar bebas (AFTA), Indonesia harus siap menghadapi tantangan yang akan datang. Persaingan ketat disegala bidang dalam era pasar bebas merupakan tantangan bagi kita. Kita sebagai bangsa Indonesia harus mampu memanfatkan potensi yang ada sehingga nantinya akan mampu untuk bersaing dengan negara-negara yang lain. Potensi yang kita miliki perlu kita gali sedalam mungkin untuk mencapai hasil yang maksimal, kita mempunyai potensi yang bagus khususnya pada dunia pariwisata, karena itu kita harus mampu menunjukkan pada dunia bahwa kita mampu berkiprah atau bersaing dengan negara-negara yang lain, agar bisa mengangkat kondisi Indonesia yang pada saat ini perekonomiannya sangat terpuruk dibanding negara lain. Dalam bidang pariwisata, negara kita sangat kaya akan potensi wisatanya, baik dalam bentuk obyek wisata maupun keanekaragaman budaya, yang berpotensi untuk dikembangkan agar bisa bersaing untuk bisa lebih maju. Sektor pariwisata di Indonesia merupakan salah satu sektor pembangunan bidang ekonomi. Bidang pariwisata merupakan sektor non migas yang di harapkan memberikan sumbangan besar terhadap perekonomian negara,sebagai penunjang utama penghasil devisa Negara ke dua setelah migas, dan terutama untuk meningkatkan pendapatan asli daerah, terciptanya lapangan kerja untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat sekitar, seperti sektor pariwisata yang penulis angkat disini adalah bendungan / waduk yang merupakan pariwisata alam buatan yang bermanfaat bagi warga sekitar antara lain: sebagai pemutar generator Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA), yang mana berfungsi sebagai penerangan listrik daerah sekitar, sebagai pengendalian banjir, bahwa bendungan adalah konstruksi yang dibangun untuk menahan laju air dari beberapa sungai atau tempat tertampungnya air dari berbagai sungai yang berada didaerah sekitar, selain itu juga air yang telah dimanfaatkan PLTA dibuang sebagai sarana irigasi atau dialirkan sebagai sarana pengairan untuk pertanian daerah sekitar bendungan, selain itu kepariwisataan telah menjadi salah satu penghasil devisa negara kedua setelah migas, maka dari itu pengelolaan terhadap sektor pariwisata harus di laksanakan secara optimal. Pengembangan industri pariwisata untuk menyokong pembangunan ekonomi menjadi bagian dari sebuah gejala ekonomi bisnis yang memerlukan rencana yang matang dan baik bila ingin sukses. Pengembangan pariwisata tidak bisa optimal apabila tidak didukung dengan segala aspek, pendukung yang mempengaruhi seperti pihak pengelola Jasa Tirta (perusahaan). Yaitu kualitas, kinerja, pendidikan dan profesionalisme kerja staf atau karyawan pada perusahaan atau pengelola sumber daya manusia yaitu orang-orang yang meperhatikan dan bisa memanfaatkan dengan baik sesuatu yang ada tanpa adanya perusakan, pencemaran dan lain-lain dengan upaya kelestarian atau penggalian sumber daya alam yang baik, dan apabila tidak ada hubungan timbal balik atau kerjasama yang baik antar sektor, maka tidak mungkin pengembangan sektor ekonomi (dari pariwisata) bisa optimal. Pengelola perusahaan (Pariwisata Bendungan Selorejo) tersebut dikelola oleh Perum Jasa Tirta, dimana Perum Jasa Tirta berwenang untuk mengelola dan mengembangkan industri pariwisata Bendungan Selorejo. Perum Jasa Tirta di Selorejo dibagi atas dua divisi, yang pertama adalah divisi pemeliharaan yang bertugas sebagai pengatur air dan Bendungan, yang ke dua divisi pariwisata (PATA), yang berfungsi sebagai pengatur fasilitas pariwisata. Perum Jasa Tirta di Selorejo tersebut berada dibawah naungan Perum Jasa Tirta pusat yang berada di Kota Malang. didalam mengelola, Perum Jasa Tirta mempunyai tujuan untuk menjadikan Obyek Wisata Bendungan Selorejo sebagai salah satu obyek unggulan di Kabupaten Malang, hal ini dikarenakan tempat wisata tersebut memiliki ciri khas tersendiri, selain tempatnya yang luas, udara yang masih sejuk, dan fasilitas yang lengkap, maka Wisata Bendungan Selorejo mampu bersaing dengan wisata-wisata lain di Indonesia. Adapun perencanaan pengembangan pada sektor pariwisata pasti mengalami kendala-kendala atau hambatan-hambatan yang cukup memberikan tantangan tersendiri dalam penerapannya, hambatan tersebut muncul atau dikarenakan adanya permasalahan dalam proses pengembangan itu sendiri. Permasalahan utama adalah kelemahan-kelemahan yang ada, baik dari intern maupun ekstern, yang dimaksud dengan kelemahan intern yaitu kelemahan yang timbul dari dalam perusahaan itu sendiri yang berupa masalah kurangnya dana untuk pengembangan fasilitas wisata dan masalah kwalitas sumber daya manusia (SDM) staf kariyawan yang kurang mampu untuk menguasai bidang pariwisata. Sedangkan kelemahan ekstern adalah kelemahan yang datang dari luar masalah perusahaan yaitu adanya masyarakat setempat yang kurang mendukung, dalam hal keikutsertaannya untuk memelihara sangat kurang. Wujut kesejahteraan masyarakat setelah adanya Obyek Wisata Bendungan Selorejo adalah di mana adanya upaya dari pihak Perusahaan Umum Jasa Tirta dalam meningkatkan wisatawan dengan begitu penghasilan masyarakat dari meningkatnya jumlah pengunjung juga meningkat. Adanya pertunjukan hiburan seperti orkes dan kesenian kuda lumping pada saat hari-hari besar dan hari libur juga membuat Obyek Wisata bendungan Selorejo dipadati pengunjung, ini juga sebagai pemicu adanya peningkatan penghasilan masyarakat, padatnya wisatawan pada hari besar seperti pada hari raya Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru, masyarakat Desa Pandansari membuka lahan untuk tempat parkir motor, karena tempat parkir yang disediakan oleh Perum Jasa Tirta pada saat itu tidak memadai. Untuk mengembangkan bidang ekonomi khususnya pada sektor pariwisata harus menggunakan rencana yang fleksibel, efisien, efektif dan kreatif, pengembangan pariwisata tidak terbatas dengan hanya membuat tempat dan pemanfaatan lingkungan, tetapi pengembangan harus mempunyai misi dan visi bagaimana suatu tempat itu menjadi obyek wisata yang tidak hanya indah dan menarik akan tetapi mempunyai ciri khas tersendiri. Pengembangan dan pemecahan masalah haruslah ditangani secara baik, pada saat ini maupun pada masa yang akan datang agar prospek dunia pariwisata dapat dikatakan sangat baik. Melihat sangat pentingnya peranan obyek wisata untuk menyokong bidang ekonomi, maka penulis membuat judul “PENGELOLAAN OBYEK WISATA BENDUNGAN SELOREJO DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT SEKITAR”. (Studi Kasus di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang).

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: J Political Science > JS Local government Municipal government
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Government Sience
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 19 Jun 2012 06:22
Last Modified: 19 Jun 2012 06:22
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/8529

Actions (login required)

View Item View Item