UJI EFEKTIVITAS DOSIS DAN LAMA PERENDAMAN SERBUK TEMULAWAK (Curcuma xanthorriza) TERHADAP KELULUSHIDUPAN BENIH IKAN MAS (Cyprinus carpio L.) YANG TERINFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophila

LANANG KUSUMA, KUKUH (2007) UJI EFEKTIVITAS DOSIS DAN LAMA PERENDAMAN SERBUK TEMULAWAK (Curcuma xanthorriza) TERHADAP KELULUSHIDUPAN BENIH IKAN MAS (Cyprinus carpio L.) YANG TERINFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophila. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
UJI_EFEKTIVITAS_DOSIS_DAN_LAMA_PERENDAMAN_SERBUK_TEMULAWAK.pdf

Download (87kB) | Preview

Abstract

Di dalam usaha budidaya ikan serangan penyakit masih menjadi hal yang sangat menakutkan karena menyebabkan kematian pada ikan serta kerugian yang tidak sedikit bagi petani ikan. Umumnya penyakit karena bakteri sering dijumpai menyerang ikan mas. Wabah bakteri Aeromonas hydrophila pernah terjadi pada bulan Oktober 1980 di daerah Jawa Barat yang mengakibatkan puluhan ton ikan mati secara masal dalam waktu relatif singkat (Afrianto, E. 1992). Pengobatan menggunakan bahan-bahan alami yang ramah lingkungan sangat efektif untuk meningkatkan tingkat kelulushidupan ikan terhadap serangan bakteri Aeromonas hydrophila. Penggunaan bahan sintetis tumbuhan seperti serbuk temulawak (Curcuma xanthorriza) merupakan salah satu solusi yang baik untuk menghindari tercemarnya lingkungan akibat dari penggunaan bahan obat yang tidak ramah lingkungan seperti bahan kimia. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah adakah pengaruh pemberian dosis serbuk temulawak (Curcuma xanthorriza) dan lama perendaman yang berbeda terhadap kelulushidupan benih ikan mas (Cyprinus carpio L.) yang terinfeksi bakteri Aeromonas hydrophila. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis dan lama perendaman serbuk temulawak (Curcuma xanthorriza) yang terbaik terhadap kelulushidupan benih ikan mas (Cyprinus carpio L.) yang terinfeksi bakteri Aeromonas hydrophila. Penelitian ini merupakan penelitian true eksperimen yang dilaksanakan di Laboratorium Balai Benih Ikan (BBI) Punten-Batu pada tanggal 10 Desember 2006 sampai 24 Desember 2006. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap 2 Faktorial dengan ulangan sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah dosis serbuk temulawak terdiri 4 level (100 mg/l, 150 mg/l, 200 mg/l, 250 mg/l) sedangkan faktor kedua adalah lama perendaman serbuk temulawak terdiri dari 3 level (30 menit, 60 menit, 90 menit). Hasil penelitian menunjukkan pemberian dosis serbuk temulawak (Curcuma xanthorriza) dengan lama perendaman yang berbeda terhadap kelulushidupan benih ikan mas yang terinfeksi bakteri Aeromonas hydrophila memberikan pengaruh yang berbeda nyata, terlihat pada nilai F hitung perlakuan interaksi adalah (64,20) lebih besar dari F tabel pada taraf kepercayaan 0,05 adalah (2,51). Sedangkan uji BNT menunjukkan perlakuan kombinasi dosis 100 mg/l dan lama perendaman 90 menit (A1B3) memberikan pengaruh yang terbaik dibanding dengan perlakuan yang lainnya, yaitu dengan tingkat kelulushidupan 96,67%.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions: Faculty of Teacher Training and Education > Department of Biology Education
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 19 Jun 2012 06:19
Last Modified: 19 Jun 2012 06:19
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/8527

Actions (login required)

View Item View Item