IMPLEMENTASI TEORI BELAJAR APOS (Action, Process, Object, Schema) DENGAN PENDEKATAN SIKLUS ACE (Activities, Class Discussion, Exercise) DI SMPN 1 UDANAWU BLITAR

VIVI PURWINDARI, ELY (2007) IMPLEMENTASI TEORI BELAJAR APOS (Action, Process, Object, Schema) DENGAN PENDEKATAN SIKLUS ACE (Activities, Class Discussion, Exercise) DI SMPN 1 UDANAWU BLITAR. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
IMPLEMENTASI_TEORI_BELAJAR_APOS.pdf

Download (50kB) | Preview

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Implementasi teori belajar APOS dengan pendekatan siklus ACE dalam pemahaman konsep matematika, (2) Pemahaman siswa terhadap konsep matematika yang pembelajarannya menggunakan teori APOS dengan pendekatan siklus ACE. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif sedangkan pendekatan yang di pakai adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas VIII SMPN I Udanawu Blitar dengan materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Data-data yang diperoleh dalam penelitian dari lembar observasi dan hasil tes siswa. Teknik analisis datanya dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan dengan ketuntasan hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini menerangkan bahwa: (1) Pelaksanaan pembelajaran dengan teori belajar APOS dengan pendekatan siklus ACE pada aktivitas siswanya sudah cukup baik meskipun tidak semaksimal yang diharapkan. Pembelajaran dengan teori APOS yang dapat memahamkan siswa pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) terdiri dari empat tahapan berikut. Tahap aksi, siswa melakukan aktivitas prosedur dengan bantuan LKS yang memuat tahapan aksi. Tahap proses, siswa mampu menjelaskan tahapan pengerjaan dari tahap aksi dengan penjelasan dan kata-kata sehingga siswa memiliki pemahaman secara procedural. Tahap objek, siswa mampu menjelaskan definisi serta mampu menyatakan contoh dan bukan contoh PLDV sehingga siswa memiliki pemahaman konseptual. Tahap skema, siswa mampu mengaitkan aksi, proses, objek untuk menyelesaikan masalah dalam LKS. Sedangkan dalam pembelajaran guru hanya bertindak sebagai pembimbing dan motivator, (2) Pada ketuntasan individu jumlah siswa yang tuntas sebanyak 31 siswa dan yang tidak tuntas sebanyak 6 siswa dari 37 siswa. Secara klasikal ketuntasan belajar mencapai presentase 83,78%. Maka dapat dikatakan bahwa siswa telah paham dan proses pembelajaran mencapai ketuntasan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Faculty of Teacher Training and Education > Department of Mathematics and Computing
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 19 Jun 2012 02:12
Last Modified: 19 Jun 2012 02:12
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/8409

Actions (login required)

View Item View Item