PERTIMBANGAN DAN DASAR HUKUM YANG DIGUNAKAN OLEH HAKIM DALAM MENJATUHKAN PIDANA TERHADAP PELAKU PEMBUNUHAN BAYI (Studi di Pengadilan Negeri Malang)

Verlena, Ion (2007) PERTIMBANGAN DAN DASAR HUKUM YANG DIGUNAKAN OLEH HAKIM DALAM MENJATUHKAN PIDANA TERHADAP PELAKU PEMBUNUHAN BAYI (Studi di Pengadilan Negeri Malang). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PERTIMBANGAN_DAN_DASAR_HUKUM_YANG_DIGUNAKAN_OLEH_HAKIM.pdf

Download (86kB) | Preview

Abstract

Di dalam pergaulan hidup manusia, individu maupun kelompok sering terjadi penyimpangan-penyimpangan terhadap norma-norma pergaulan hidup,terutama norma hukum yang disebut sebagai kejahatan atau pelanggaran. Termasuk di dalamnya pembunuhan bayi oleh seorang ibu kandungnya beberapa lama setelah dilahirkan. Kasus pembunuhan bayi ini didasarkan pada berbagai alasan yang mendorong terlaksananya pembunuhan bayi.Tindak pidana pembunuhan bayi ini menuntut perhatian yang serius dari waktu ke waktu, yang peningkatannya cukup signifikan, maka dengan adanya sanksi pidana ini dapat mengurangi tingkat kejahatan atau tindak pidana pembunuhan bayi. Sedangkan metode yang digunakan adalah yuridis sosiologis ini hasil penelitian yang diarahkan untuk meneliti dasar pertimbangan hakim di Pengadilan Negeri Malang, yang tujuannya untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim apa yang digunakan oleh hakim dalam menjatuhkan putusan pidana pembunuhan bayi yang dilakukan oleh ibu kandungnya, dan dapat menambah wawasan dan lebih mengetahui tentang keberadaan KUHP, Undang Undang Perlindungan Anak dan Undang Undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Berdasarkan hasil penelitian dasar pertimbangan apa yang digunakan hakim dalam menjatuhkan pidana pembunuhan bayi yang dilakukan ibu kandungnya sendiri. Dalam memberikan suatu putusan hakim memakai pandangan hukum dan mengacu pada pasal 341 KUHP, karena dalam pasal ini terdapat unsur unsur yang memenuhi terjadinya suatu tindak pidana pembunuhan.Dalam memutuskan suatu tindak pidana hakim jangan terpatok pada tuntutan jaksa, semestinya hakim harus kreatif dalam penjatuhan pidana ini, sehingga dapat membuat orang jera untuk melakukan tindak pidana pembunuhan. Dengan penjatuhan pidana pada pasal 341 KUHP diharapkan setiap pelaku tindak pidana terutama ibu kandungnya tidak membunuh bayinya dengan semena-mena. Selain KUHP dan Undang Undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan Undang Undang Perlindungan Anak dalam menjatuhan suatu tindak pidana pertimbangan yang digunakan hakim adalah alat bukti dan saksi sanksi, sehingga vii hakim dalam mengambil keputusan berdasarkan alat bukti yang ada dan sesuai dengan pasal yang didakwakan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 18 Jun 2012 08:55
Last Modified: 18 Jun 2012 08:55
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/8403

Actions (login required)

View Item View Item