HUBUNGAN KAPASITAS APARATUR DENGAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK (Studi Di Kantor Kependudukan Dan Catatan Sipil Kota Malang)

WAHYULIA NINGRUM, TITIK (2007) HUBUNGAN KAPASITAS APARATUR DENGAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK (Studi Di Kantor Kependudukan Dan Catatan Sipil Kota Malang). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
HUBUNGAN_KAPASITAS_APARATUR_DENGANKUALITAS_PELAYANAN_PUBLIK.pdf

Download (90kB) | Preview

Abstract

Salah satu atribut penting yang menandai suatu daerah otonomi adalah dimilikinya aparatur pemerintahan tersendiri yang terpisah dari aparatur pusat yang mampu untuk menyelenggarakan urusan rumah tangganya. Sebagai unsur pelaksana, aparatur daerah menduduki posisi vital dalam keseluruhan proses penyelenggaraan otonomi daerah. Oleh karena itu, tidak berlebihan bila dikatakan bahwa keberhasilan penyelenggaraan otonomi daerah sangat bergantung pada kemampuan aparatur pemerintahnya. Berdasarkan hal fenomena tersebut peneliti tertarik untuk mengungkap lebih jauh lagi dalam bentuk penelitian dengan judul Hubungan Kapasitas Aparatur Dengan Kualitas Pelayanan Publik (Studi di Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Malang). Adapun tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui sejauhmana tingkat kapasitas aparatur dan kualitas pelayanan public pemerintah daerah di Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Malang? Apakah ada hubungan antara kapasitas aparatur dengan kualitas pelayanan publik ? Adapun lokasi penelitian ini adalah di Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Malang dengan jumlah sampelnya adalah 36 orang. Alat pengumpul data yang digunakan adalah berupa data primer dan data sekunder. Teknik analisa data yang digunakan adalah uji korelasi. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa Tingkat kapasitas aparatur pemerintah kantor kependudukan dan catatan sipil kota Malang sudah baik hal tersebut dibuktikan dengan adanya komitmen aparatur dalam menjalankan tugas­tugas pelayanan publik, memiliki kecakapan atau kemampuan yang tinggi untuk melaksanakan tugas tugasnya yang semuanya itu ditunjukan dengan komitmen tinggi melalui, keterlibatan pegawai dalam satuan kerja hingga timbulnya rasa tanggungjawab yang besar dalam penyelesaian pekerjaannya. Memiliki komitmen secara konsisten untuk mengedepankan kualitas pelayanan secara prima, cenderung responsive, cepat tanggap, tidak menunda­nunda pekerjaan, tidak pantang menyerah dalam menyelesaikan suatu pekerjaan dan tidak menunggu lama dan sebagainya. Sehingga ada satu keyakinan semua tugas dan tanggung jawab apabila dijalankan secara konsisten maka tidak akan mengecewakan konsumen Kualitas pelayanan di kantor kependudukan dan catatan sipil kota Malang sudah baik. Guna meningkatkan kualitas pelayanan public maka pihak manajemen kantor kependudukan dan catatan sipil kota Malang melakukan training bagi pegawai. Training ini dilakukan melalui 2 cara, yang pertama adalah training internal, yakni pelatihan manajerial dan wawasan bidang kerja pegawai dimana para instrukturnya adalah staff atau jajaran pimpinan Kantor Kependudukan Dan Catatan Sipil Kota Malang. Kedua, training eksternal, yakni pelatihan manajerial yang dilakukan oleh pihak lain dimana manajemen kantor kependudukan dan catatan sipil Kota Malang mendelegasikan pegawainya dan atau mendatangkan instruktur dari luar, bisa akademisi, praktisi, kalangan profesional dan sebagainya sesuai dengan masalah dan kebutuhan yang ada didalam lingkungan internal kantor kependudukan dan catatan sipil Kota Malang. Berdasarkan hasil uji korelasi tersebut diatas, diketahui nilai koefisein korelasi (R) sebesar 0,634artinya kemampuan hubungan atau nilai keeratan variabel kapasitas aparatur dalam memprediksi nilai variabel terikat adalah 63,4%. Nilai koefisien korelasi sebesar 63,4 % termasuk cukup kuat, maka variabel bebas menentukan variabel terikat sebesar 63,4%. Dengan demikian bahwa variabel kapasistas aparatur memiliki hubungan cukup kuat terhadap variabel kualitas pelayanan publik sebesar 63,4 %. Hasil Uji Koefisien determinasi (R ) sebesar 0,401 artinya kemampuan hubungan atau nilai keeratan variabel kapasitas aparatur dalam memprediksi nilai variabel terikat adalah 40,1%. Dengan demikian bahwa variabel kapasitas aparatur memiliki kontribusi signifikan terhadap variabel kualitas pelayanan publik sebesar 40,1%. Sisanya 59,9% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model persamaan. Hal tersebut dikuatkan juga dari hasil perhitungan rentang skala pada variable kapasitas aparatur dan kualitas pelayanan publik dimana dari 36 orang responden, 19 orang (52,78%) diantaranya menyatakan bahwa komitmen aparatur dalam memberikan pelayanan publik sudah baik, dan terdapat 12 orang (33,33%) mengatakan komitmen aparatur sangat baik dalam memberikan pelayanan publik dan 5 orang (13,89%) mengatakan komitmen aparatur dalam memberikan pelayanan publik rendah. Artinya hipotesis dalam penelitian ini terbukti dan diterima.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Islamic Studies > Department of Tarbiyah
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 18 Jun 2012 07:14
Last Modified: 18 Jun 2012 07:14
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/8365

Actions (login required)

View Item View Item