PENGGUNAAN ANALOGI TERHADAP KEJAHATAN PEMBOBOLAN WEB SITE DI INTERNET

WAHYUNI, FERDIANTI (2007) PENGGUNAAN ANALOGI TERHADAP KEJAHATAN PEMBOBOLAN WEB SITE DI INTERNET. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PENGGUNAAN_ANALOGI_TERHADAP_KEJAHATAN.pdf

Download (219kB) | Preview

Abstract

Perkembangan pesat di bidang teknologi komputer yang dilengkapi fasilitas internet telah menyebabkan timbulnya kejahatan. Komputer dapat mempermudah kejahatan-kejahatan kuno seperti penipuan atau perbuatan curang, serta aktivitas-aktivitas yang lebih baru, yang merupakan kejahatan potensial telah tercipta sebagai contoh perbuatannya yaitu pencurian rekening bank melalui internet yang dilakukan oleh carder.Selanjutnya tindakan hukum tersebut dianalogikan dengan ketentuan mengenai pencurian uang melalui rekening bank dengan sarana internet, karena belum terdapat ketentuan yang spesifik di dunia maya. Yang ada hanyalah pencurian dengan bentuk pokok sebagaimana diatur dalam pasal 362 KUHP. Dari permasalahan tersebut, maka penulis tertarik untuk membuat suatu karya tulis dengan judul: “Penggunaan Analogi Terhadap Kejahatan Pembobolan Web Site Di Internet”. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) Untuk mengetahui penggunaan analogi terhadap kejahatan pembobolan web site di internet. 2) Untuk mengetahui alternatif perundang-undangan yang bisa digunakan sebagai dasar hukum Tindak Pidana Pembobolan Web Site di Indonesia Dalam penulisan ini, penulis menggunakan pendekatan normatif, yaitu dengan menitikberatkan pada pengkajian terhadap peraturan-peraturan yang berkaitan dengan tindak pidana pencurian dengan sarana internet ditinjau dari hukum pidana Indonesia dengan jenis penelitian dan analisis data menggunakan metode deskriptif yang dianalisa secara kualitatif. Dari hasil analisis yang dilakukan didapatkan temuan bahwa Perbuatan tentang penyalahgunaan komputer di Indonesia selama ini hanya dijerat menggunakan pasal-pasal KUHP yaitu pasal 362 tentang pencurian, pasal 378 tentang penggelapan, dan pasal 372 tentang pemalsuan. Akan tetapi seiring dengan perkembangan jaman penggunaan analogi terhadap kejahatan pembobolan web site di internet cenderung dijerat dengan Pasal 362 KUHP, dengan mempertimbangkan unsur-unsur obyektif dan unsur subyektif. Unsur obyektif dalam pasal 362 KUHP tentang pencurian yaitu perbuatan mengambil, suatu barang dan keadaan yang menyertai atau melekat pada benda juga terpenuhi dengan penggunaan analogi maupun perkembangan pengertian masing-masing unsur. Sedangkan unsur subyektif yang terdapat dalam Pasal 362 KUHP yaitu maksud untuk memiliki telah terpenuhi dengan alasan bahwa pelaku berkehendak mengambil rekening nasabah bank untuk dimiliki. Kedua secara melawan hukum telah terpenuhi dengan alasan perbuatan yang dilakukan oleh pelaku telah melawan hukum yang telah dirumuskan dalam Undang-Undang. Indonesia belum mempunyai suatu ketentuan tersendiri yang mengatur tentang penyalahgunaan komputer. Akan tetapi Indonesia mempunyai ketentuan yang dapat menjerat pelaku pencurian rekening bank selain dengan menggunakan KUHP sebagai bahan pokok sebagai penjerat pelaku kejahatan yang berklaitan dengan internet di masa yang akan datang yaitu dengan UU No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, UU No. 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta dan UU No.8 tahun 1999 tetang Perlindungan Konsumen. Penting untuk diperhatikan adalah Amandemen KUHP untuk masa yang akan datang adalah pengertian barang dalam KUHP.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 18 Jun 2012 06:48
Last Modified: 18 Jun 2012 06:48
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/8361

Actions (login required)

View Item View Item