WAKANO, SUKAHATA (2007) TINJAUAN UU NO 1 TAHUN 1974 TENTANG LARANGAN PERKAWINAN ENDOGAMI DALAM ADAT ALIFURU “Studi di Desa Werinama Kecamatan Werinama Kabupaten Seram Bagian Timur ”. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.
|
Text
TINJAUAN_UU_NO_1_TAHUN_1974_TENTANG_LARANGANPERKAWINAN_ENDOGAMI_DALAM_ADAT_ALIFURU.pdf Download (85Kb) | Preview |
Abstract
Persoalan perkawinan adalah persoalan yang selalu aktual dan selalu menarik untuk dibicarakan, karena persoalan ini bukan hanya menyangkut tabiat dan hajat hidup manusia yang asasi saja tetapi juga menyentuh suatu lembaga yang luhur dan sentral yaitu rumah tangga. Luhur, karena lembaga ini merupakan benteng bagi pertahanan martabat manusia dan nilainilai ahlaq yang luhur dan sentral. Nikah merupakan jalan yang paling bermanfa'at dan paling afdhal dalam upaya merealisasikan dan menjaga kehormatan, karena dengan nikah inilah seseorang bisa terjaga dirinya dari apa yang diharamkan Allah. Oleh sebab itulah Rasulullah saw. mendorong untuk mempercepat nikah, mempermudah jalan untuknya dan memberantas kendalakendalanya. Tujuan dan semangat agama untuk mempermudah dan mempercepat menikah di atas ternyata tidak sejalan dengan keadaan sebagian masyarakat kita di Indonesia yang masih berpegang kepada tradisi hukum adatnya. Misalnya dalam masyarakat suku Alifuru yang berasal dari pulau Seram propinsi Maluku. Dalam hukum perkawinannya mereka berpegang kepada prinsip adatnya yang melarang terjadinya perkawinan endogami dan memperbolehkan perkawinan endogami, dengan alasan bahwa berada dalam satu marga atau Fam dan masih ada hak wali dari keduanya, apabila salah satu dari kedua orang tuanya meningal maka semua sesuatu yang berkaita dengan perwalian akan menjadi hak dari keluarga dekatnya atau yang semarga. Bila terjadi perkawinan endogami maka mitos yang berkembang dalam masyarakat adat ini adalah bahwa anak yang dihasilkan dari perkawinan tersebut akan cacat dan lemah otak. Sungguh ini sangat bertentangan dengan doktrin hukum baik agama maupun undang-undang yang berkembagan di negara kita. Dari permasalahan di atas, maka dalam pembahasan skripsi ini peneliti mencoba mengkaji tentang tinjauan undangundang No 1 Tahun 1974 tentang larang perkawinan exogama dalam masyarakat adat Alifuru di Desa Werinama Kecamatan Werinama Kabupaten Seram Bagian Timur yang terkemas dalam rumusan: (1) Bagaimana Praktek Perkawinan Masyarakat Adat Alifuru, (2) Apa faktorfaktor yang melatarbelakangi larangan perkawinan endogami dalam adat Alifuru, (3) Bagaimana dampak larangan perkawinan endogami dalam adat Alifuru terhadap pelaku perkawinan endogami, dan (4) Bagaimana pandangan UU No 1 Tahun 1974 dan hukum Islam terhadap larangan perkawinan endogami dalam adat Alifur tersebut. Disamping itu tujuan yang ingin dicapai dari penulisan skripsi ini adalah: 1. Untuk mengetahui bagaimana praktek perkawinan dalam masyarakat adat Alifuru yang berpengaruh pada dilarangnya perkawinan endogami dan faktorfaktor yang melatar belakangi larangan perkawinan endogami tersebut, 2. Untuk mengetahui apa dampak yang ditimbulkan dari larangan perkawinan endogami terhadap pelaku perkawinan endogami tersebut, serta apa pandangan hukum Islam dan hukum positif akan larangan perkawinan endogami dalam adat Alifuru ini. Permasalahan dan tujuan di atas, maka peneliti mengharapkan bahwa pemahaman yang berkembang dalam masyarakat adat Alifuru tersebut memang menjadi tanggun jawab bersama untuk memberikan penyeluhan kepada masyarakat adat baik suku Alifuru mapun suku-suku yang lainya yang berpegang erat kepada hukum adatnya, bahwasanya pemahaman akan larangan perkawinan endogami tersebut sangat tidak sesuai dengan doktrin agama dan undang-undang yang berlaku di Indonesia.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Faculty of Islamic Studies > Department of Syariah |
| Depositing User: | Rayi Tegar Pamungkas |
| Date Deposited: | 18 Jun 2012 06:34 |
| Last Modified: | 18 Jun 2012 06:34 |
| URI: | http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/8351 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
