STUDI PEMBUATAN MINUMAN SARI BUNGAMAWAR MERAH (Rosa damascena Mill.)(Kajian Tingkat Kesegaran dan Varietas Bunga Mawar)

WALYONO, OKO (2007) STUDI PEMBUATAN MINUMAN SARI BUNGAMAWAR MERAH (Rosa damascena Mill.)(Kajian Tingkat Kesegaran dan Varietas Bunga Mawar). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
STUDI_PEMBUATAN_MINUMAN_SARI_BUNGAMAWAR_MERAH.pdf

Download (126kB) | Preview

Abstract

Mahkota bunga mawar merupakan bahan pangan yang diantaranya mengandung antosianin dan vitamin C. Mahkota bunga mawar berkhasiat sebagai anti radang, anti kejang, penyegar, melancarkan empedu, mengurangi sakit, mengatur haid dan lain-lain. Sebagai bunga potong, umumnya bunga mawar dipajang 1 hingga 3 hari, dimana secara perlahan mulai rontok dan aroma harumnya hilang. Hal tersebut mengakibatkan turunnya harga jual bunga sehingga seringkali dibuang (menjadi sortiran) sebagai sampah di toko-toko bunga. Pengolahan minuman sari bunga mawar merupakan salah satu pemanfaatan limbah bunga mawar yang layu dan menjadi sampah di toko-toko bunga maupun setelah masa pajang. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji peluang pemanfaatan mahkota bunga mawar sebagai sari minuman alternatif, mengetahui interaksi antara tingkat kesegaran dan varietas bunga terhadap kualitas minuman sari bunga mawar yang dihasilkan, mengetahui pengaruh tingkat kesegaran bunga terhadap kualitas minuman sari bunga mawar yang dihasilkan, mengetahui pengaruh varietas bunga mawar terhadap kualitas minuman sari bunga yang dihasilkan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang pada bulan November 2006 - Mei 2007. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial, dengan masing-masing dilakukan pengulangan sebanyak tiga (3) kali. Faktor I : tingkat kesegaran (bunga segar, dipajang 1 hari, dipajang 2 hari dan dipajang 3 hari). Faktor II : varietas bunga mawar (lokal mahkota kecil, lokal mahkota besar dan Belanda). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara masa pajang bunga mawar dan varietas terhadap kadar air, kadar gula total bunga mawar, tingkat kemerahan (a+), tingkat kekuningan (b+) kadar gula total, absorbansi pigmen, vitamin C, total padatan terlarut, rasa, aroma dan terdapat interaksi antara masa pajang dan varietas terhadap vitamin C bahan baku, tingkat kecerahaan (L), nilai pH (derajat keasaman) dan kenampakan minuman sari bunga mawar. Perlakuan terbaik berdasarkan Uji De Garmo adalah masa pajang bunga mawar 3 hari varietas lokal mahkota besar dengan skor rasa 2,61 (cukup suka), skor aroma 2,50 (cukup menyengat), skor kenampakan 3,22 (cukup menarik), total padatan terlarut 9,66 %, nilai absorbansi 1,09, kandungan vitamin C 1,41 mg/100 g bahan, pH 4,04, kandungan gula total 17,87 %, tingkat kecerahan (L) 31,80, tingkat kemerahan (a+) 21,60, tingkat kekuningan (b+) 3,50 dan rendemen 336,13 %.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Faculty of Agriculture & Animal Husbandry > Department of Agrotechnology
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 18 Jun 2012 06:30
Last Modified: 18 Jun 2012 06:30
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/8348

Actions (login required)

View Item View Item