KEPUASAN HIDUP BAGI PASANGAN LANSIA YANG TIDAK MEMILIKI ANAK

MARYANI KATILI, RENI (2009) KEPUASAN HIDUP BAGI PASANGAN LANSIA YANG TIDAK MEMILIKI ANAK. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
KEPUASAN_HIDUP_BAGI_PASANGAN_LANSIA_YANG_TIDAK_MEMILIKI_ANAK.pdf

Download (131kB) | Preview

Abstract

Hurlock (1996 : 19 - 20 ), setiap periode kehidupan yang dilalui oleh manusia pastilah ada saat seseorang merasa puas, dan merasa tidak puas. Menurut Erikson (dalam Santrock, 2002 : 250), bahwa pada usia lanjut dicirikan oleh tahap integritas ego atau kepuasan versus dispair atau keputusasaan. Kehidupan di hari tua bersama anak, cucu dan para kerabat merupakan gambaran ideal bagi seorang lansia di usia senjanya. Namun, pada kenyataannya ada pasangan suami istri yang dalam kehidupan pernikahannya tidak dikarunia anak atau tidak memilki keturunan hingga usia senja, padahal kehadiran anak merupakan kepuasan bagi kedua orang tuanya. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendapatkan gambaran mengenai kepuasan hidup dan faktor – faktor yang mempengaruhi kepuasan hidup pasangan lansia yang tidak memiliki anak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, yang dilakukan pada tanggal 08 Juni – 19 Juli 2009 dengan meneliti tiga pasangan lansia yang tidak memiliki anak (enam orang). Pemilihan responden dengan teknik sampling purposive, dan menggunakan metode wawancara dan observasi, serta melakukan pemeriksaan keabsahan data dengan triangulasi sumber. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa gambaran kepuasan hidup pada tiga pasangan lansia yang diteliti tidak sama, dua pasangan cenderung puas dan satu pasangan cenderung merasa tidak puas. Pasangan yang cenderung puas dengan hidupnya memiliki persamaan, antara lain (1), bersemangat dalam melaksanakan kegiatannya sehari – hari, (2), menghayati bahwa hidupnya bermakna, (3), merasakan suasana hati yang positif dan (4) memiliki konsep diri yang positif. Sedangkan, pasangan yang cenderung merasa tidak puas dengan hidup mereka, antara lain, (1) menghayati hidup tak bermakna, (2) merasakan suasana hati yang negatif dan (3) memiliki konsep diri yang negatif. Pasangan yang cenderung merasa puas dan tidak puas memiliki keinginan yang berbeda, ada yang telah sesuai dengan pencapaiannya, dan ada juga yang belum sepenuhnya dapat mencapai keinginannya. Faktor – faktor yang mempengaruhi kepuasan hidup antara lain (1), pasangan yang cenderung merasa puas merupakan pasangan yang religius dalam menjalani kehidupannya, (2), memiliki jaringan sosial pertemanan dan keluarga yang luas. (3), kondisi kesehatan cukup bagus. Kemudian, kondisi keuangan yang aman, serta, karier pekerjaan terdahulu yang berhasil. Sedangkan, pasangan yang merasa tidak puas dipengaruhi antara lain oleh, (1), kondisi keuangan yang tidak aman, (2), jaringan sosial pertemanan dan keluarga yang cenderung terbatas. Pasangan yang cenderung merasa puas dengan hidup mereka tetap dapat melakukan generativitas walaupun dengan kondisi tidak memiliki anak (seperti merawat, membiayai keponakan, mendidik murid menjadi berpendidikan dan berakhlak serta menyumbangkan ide – ide pikiran pada orang lain), sedangkan pasangan yang cenderung tidak puas tidak pernah melakukan apapun yang berkaitan dengan generativitas atau cenderung stagnasi. ABSTRAC Hurlock (1996: 19 - 20), every period of life that humans go through when a person must have felt satisfied, and dissatisfied. According to Erikson (in Santrock, 2002: 250), that in old age is characterized by the stage of ego integrity versus dispair or satisfaction or despair. Life in the old days with the children, grandchildren and relatives are ideal for an elderly age. However, in reality there are married couples in their marriage life is not gifted child or not have the offspring until old age, whereas the presence of children is the satisfaction of both parents. The purpose of this research is to gain insight about life satisfaction and factors - factors that affect the life satisfaction of elderly couple had no children. This research is a descriptive qualitative study, which was conducted on 08 June - July 19, 2009 by examining three elderly couples who do not have children (six people). The selection of respondents with a purposive sampling techniques, and using interviews and observation methods, and validity checks with the triangulation of data sources. From the research results can be concluded that the picture of life satisfaction in three elderly couples in the study is not the same, the two couples have in common, including (1), excited in performing daily activities - day, (2), to live that life was meaningless, (3), felt positive mood, and (4) has a positive self concept. Meanwhile, one other couple, among others, (1) to live a life no meaning, (2) feel the negative mood and (3) have a negative self concept. All three couples have different desires, some achievements have been in accordance with, and some are not fully able to achieve his wish. Factors - factors that affect life satisfaction, among others (1), couples tend to feel satisfied is a religious couple who live a life, (2), a social network of friends and extended family. (3), good health condition. Then, the financial condition of a safe, well, a career of successful previous work. Meanwhile, one other couple, among others influenced by, (1), financial conditions are not safe, (2), social networks of friends and family who tend to be limited. Two couples can still perform even if the conditions generativity not have children (such as care, finance nephew, educating students to be educated and morals as well as contribute ideas - ideas in the minds of others), while one couple other never done anything related to or likely generativity stagnation.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Psychology > Department of Psychology
Depositing User: Anggit Aldila
Date Deposited: 18 Jun 2012 03:15
Last Modified: 18 Jun 2012 03:15
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/8244

Actions (login required)

View Item View Item