KORELASI ANTARA FREKUENSI KOMUNIKASI INFORMAL DI KALANGAN KARYAWAN TERHADAP MORALE KERJA PADA PT. GALANG PUTRA DEWATA SURABAYA

Wulandari Purnayudya, Asri (2007) KORELASI ANTARA FREKUENSI KOMUNIKASI INFORMAL DI KALANGAN KARYAWAN TERHADAP MORALE KERJA PADA PT. GALANG PUTRA DEWATA SURABAYA. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
KORELASI_ANTARA_FREKUENSI_KOMUNIKASI_INFORMALDI_KALANGAN_KARYAWAN_TERHADAP_MORALE_KERJAPADA_PT.pdf

Download (81kB) | Preview

Abstract

Komunikasi dalam suatu organisasi memegang peranan penting, karena komunikasi berguna dalam koordinasi dan tugas antara atasan dengan bawahan atau antar karyawan. Umumnya arus komunikasi dalam organisasi mengikuti struktur dan posisi dalam organisasi namun adakalanya arus komunikasi yang terjadi dalam organisasi ini tidak terpengaruh posisi atau jabatan, komunikasi ini disebut komunikasi informal. PT. Galang Putra Dewata, sebagai perusahaan jasa yang bergerak dalam bidang ekspedisi memprioritaskan kemampuan komunikasi karyawannya agar perusahaan mampu berkembang dan mencapai tujuannya. Sebagai manusia karyawan pasti membutuhkan interaksi sosial dan informasi baik yang berhubungan dengan pekerjaan maupun masalah­masalah umum, komunikasi informal merupakan suatu proses untuk mendapatkan tambahan informasi yang tidak didapatkan dalam saluran formal. Jika antar karyawan mampu berinteraksi secara akrab dan bebas maka akan berpengaruh pada kinerja dan produktivitas perusahaan, hal ini dapat dilihat dalam semangat kerja pada tiap­tiap karyawan, melalui semangat kerja inilah dapat dilihat kinerja dan produktifitas SDM PT. Galang Putra Dewata. Hipotesis penelitian ini adalah Ho “ tidak ada hubungan antara komunikasi informal karyawan dengan morale kerja tiap­tiap karyawan” dan H1 “terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara komunikasi informal karyawan dengan morale kerja dalam diri tiap­tiap karyawan”. Menurut Teori Hubungan Sosial yang dikemukakan oleh Barnard 1938, Mayo 1933, Roethlisherger dan Dichson 1939, bahwa hubungan antarkaryawan dalam organisasi dapat mempengaruhi produktifitas organisasi. Hubungan yang selaras, harmonis dan akrab diantara karyawan dapat terwujud melalui suatu komunikasi yang efektif yaitu komunikasi informal. Komunikasi informal yang dilakukan oleh karyawan merupakan aplikasi dari hubungan sosial karyawan. Komunikasi dalam hal ini adalah komunikasi informal tidak hanya berfungsi sebagai alat pemenuhan kebutuhan sosial tetapi berdampak juga pada efektifitas organisasi, hal ini dikarenakan dapat menimbulkan semangat kerja karyawan. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatif yang bertujuan untuk mencari hubungan antar variabel. Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan PT Galang Putra Dewata sebanyak 50 orang sehingga menggunakan tekhnik total sampling, analisa data untuk mengukur tingkat hubungan adalah korelasi product moment dimana didapat hasil r = 0,4146, p = 0,003. Atau dengan kata lain hubungan antara komunikasi informal terhadap morale kerja adalah sebesar 41,46%. Hal ini berarti terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara komunikasi informal dengan morale kerja pada tiap­tiap karyawan. PT Galang Putra Dewata selaku perusahaan jasa yang amat mengandalkan komunikasi di antara karyawannya hendaknya memperhatikan bagaimana manfaat yang ditimbulkan oleh komunikasi informal sebagai media untuk menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, selaras dan saling mendukung diantara masing­masing karyawan, sehingga pada akhirnya mampu mengarahkan pada terciptanya morale kerja.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Communication Sience
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 16 Jun 2012 03:42
Last Modified: 16 Jun 2012 03:42
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/8134

Actions (login required)

View Item View Item