Evaluasi Kinerja Keuangan Perusahaan Yang Terdaftar Di Jakarta Islamic Index (Studi Pada Perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi Dan Sektor Perdagangan, Jasa & Investasi)

YAQIN, AINUL (2007) Evaluasi Kinerja Keuangan Perusahaan Yang Terdaftar Di Jakarta Islamic Index (Studi Pada Perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi Dan Sektor Perdagangan, Jasa & Investasi). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
Evaluasi_Kinerja_Keuangan_Perusahaan_Yang_TerdaftarDi_Jakarta_Islamic_Index.pdf

Download (44kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini merupakan studi pada Bursa Efek Jakarta dengan judul “Evaluasi Kinerja Keuangan Perusahaan Yang Terdaftar Di Jakarta Islamic Index (Studi Pada Perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi Dan Sektor Perdagangan, Jasa dan Investasi)”. Alasan peneliti mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan yang masuk dalam Jakarta Islamic Index yaitu, Pertama ingin mengukur kinerja keuangan perusahaan dan kinerja suatu investasi saham yang berbasis Syariah, Kedua menerapkan model Economic Value Added (EVA) sebagai alat analisis kinerja keuangan perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index pada perusahaan di sektor Industri Barang Konsumsi dan Sektor Perdagangan, Jasa dan Investasi selama tahun 2003-2005 ditinjau dengan analisis EVA. Teknik analisis data yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan perusahaan adalah teknik data kuantitatif. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: Pertama, menghitung biaya modal hutang (Cost of Debt): Kedua, menghitung biaya modal saham (Cost of Equity): Ketiga, menghitung biaya modal rata-rata tertimbang (WACC): Keempat, menghitung struktur modal: Kelima, menghitung EVA (NITAMI). Adapun tolak ukur untuk mengetahui kondisi kinerja perusahaan adalah EVA > 0 atau positif artinya perusahaan mampu memberikan nilai tambah ekonomis bagi perusahaan serta mampu untuk memenuhi harapan penyedia dana: EVA = 0 berarti secara ekonomis perusahaan impas karena semua laba perusahaan digunakan untuk membayar kewajiban kepada penyandang dana baik kreditur maupun pemegang saham, EVA < 0 atau negatif berarti dalam hal ini perusahaan tidak mampu memberikan nilai tambah ekonomis bagi perusahaan karena besarnya laba yang tersedia tidak bisa memenuhi harapan para penyedia dana (terutama para pemegang saham). Berdasarkan hasil perhitunagn EVA dapat disimpulkan bahwa kinerja perusahaan pada Sektor Industri Barang Konsumsi dan Sektor Perdagangan, Jasa dan Investasi yang masuk dalam Jakarta Islamic Index selama tahun 2003-2005 adalah kinerja keuangan Sektor Industri Barang konsumsi yaitu PT. Unilever Indonesia Tbk menghasilkan EVA tertinggi sebesar Rp.1.466.547.280.000 yang terjadi pada tahun 2004, sedangkan EVA terendah yaitu pada PT. Kalbe Farma Tbk yakni sebesar Rp.395.077.912.181 yaitu terjadi pada tahun 2003. Sedangkan perkembangan kinerja keuangan sektor Perdagangan Jasa dan Investasi yang hanya berjumlah dua perusahaan dalam penelitian ini, diketahui bahwa nilai EVA tertinggi terjadi pada PT. United Tractors Tbk. sebesar Rp.1.175.041.596.300 yakni terjadi pada tahun 2005, sedangkam nilai EVA yang terendah terjadi pada PT. Bakrie & Brothers's Tbk dengan nilai EVA sebesar Rp.364.148.232.208) yang terjadi pada tahun 2005. Berdasarkan hasil diatas, peneliti mengimplikasikan bahwa sebaiknya perusahaan lebih memperhatikan struktur modalnya, dan diharapkan perusahaan meningkatkan keuntungan dengan seminimal mungkin dalam penambahan modal, serta lebih banyak menggunakan biaya modal sendiri dari pada menggunakan hutang jangka panjang, karena penggunaan hutang jangka panjang yang lebih besar dari modal sendiri akan meningkatkan beban biaya yang ditanggung, dan sebaiknya investor terlebih dahulu mempertimbangkan tingkat pengembalian yang tinggi dengan tingkat resiko terendah yang akan diperoleh sebelum menentukan pilihan investasi, dan khususnya bagi para investor muslim hendaknya berinvestasi yang sesuai dengan syariah Islam, lebih mudahnya berinvestasi di pasar modal syariah serta tidak lupa pula memperhatikan masalah manajemen dan kinerja perusahaan,.serta bagi para kreditur diharapkan mempertimbangkan terlebih dahulu kemampuan perusahaan tersebut dalam membayar kewajiban-kewajibannya.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Faculty of Economic > Department of Economics and Development Studies
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 16 Jun 2012 03:23
Last Modified: 16 Jun 2012 03:23
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/8116

Actions (login required)

View Item View Item