TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN DENGAN SENGAJA DALAM PASAL 338 KUHP DITINJAU DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

YULIANTO, TRI ADI (2007) TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN DENGAN SENGAJA DALAM PASAL 338 KUHP DITINJAU DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
TINDAK_PIDANA_PEMBUNUHAN_DENGAN_SENGAJA_DALAM_PASAL_338_KUHP_DITINJAU_DALAM_PERSPEKTIF_HUKUM_ISLAM.pdf

Download (80kB) | Preview

Abstract

Melihat berbagai fenomena yang terjadi dewasa ini tentang semakin terpuruknya perekonomian, dan hal ini semakin diperparah dengan semakin terpuruknya pula nilai-nilai moral yang ada pada masyarakat, tentunya sangat memprihatinkan. Bukti semakin merosotnya nilai-nilai moral pada masyarakat adalah maraknya pelanggaran terhadap peraturan-peraturan yang berlaku, salah satunya adalah pelanggaran terhadap hukum pidana. Dari kenyataan di atas maka dapat diambil langkah-langkah yang lebih tegas dalam menyikapi permasalahan yang terjadi dewasa ini. Jika memang demikian halnya, maka sangat masuk akal jika Hukum Islam khususnya yang berkenaan dengan Jinayah atau Pidana dimasukkan ke dalam Hukum Pidana kita. Dalam penulisan skripsi ini, kami menggunakan metode penelitian library research, yaitu usaha-usaha yang dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah untuk menemukan, mengembangkan, mengkaji, menguji kebenaran suatu pengetahuan. Khusus mengenai pembunuhan dengan sengaja, dalam hukum Islam sendiri sering menimbulkan kesalahpahaman. Terdapat benturan-benturan tentang baik dan tidaknya hukuman / sanksi pembunuhan dengan sengaja tersebut. Di satu sisi, terdapat pandangan yang positif, berdasarkan alasan bahwa pada dasarnya hukuman terhadap pelaku pembunuhan dengan sengaja tersebut bertujuan untuk keselamatan hidup manusia, baik rohani maupun jasmani dan juga individu maupun sosial. Keselamatan itu tidak hanya untuk kehidupan dunia semata, akan tetapi juga untuk kehidupan di akhirat kelak. Sementara di sisi lain, ada yang menganggap negatif, berdasarkan alasan bahwa hukuman karena pembunuhan dengan sengaja dalam hukum Islam itu sangat kejam, tidak manusiawi dan melanggar hak-hak asasi manusia. Para pendukung pandangan ini melihat dari sudut pandang tata cara dan prosedur pelaksanaan hukuman tersebut. Bila melihat sanksi tindak pidana pembunuhan dengan sengaja sebagaimana tercantum dalam pasal 338 KUHP, yakni hukuman penjara selama – lamanya 15 tahun, maka akan terasa sekali perbedaannya dengan sanksi yang diberikan dalam Hukum Islam, yaitu Qishash. Namun dalam ketentuan sanksi / hukuman yang disebutkan dalam Hukum Islam juga terdapat nilai – nilai keadilan, bila mendapat maaf / pengampunan dari keluraga korban, maka pelaku pembunuhan dengan sengaja bisa mendapatkan keringanan hukuman dengan membayar Diyat (denda) sebagaimana disebutkan dalam ayat Al-Qur’an. Dari hasil penulisan skripsi ini, dapat penulis simpulkan bahwa dari segi tujuan pidana dan pemidanaan terdapat kesamaan antara Hukum Islam dan Hukum Positif, yaitu sama – sama bertujuan untuk melindungi hak – hak asasi manusia / individu dan untuk memenuhi rasa keadilan dan melindungi masyarakat, serta mencegah terulangnya tindak pidana, baik bagi pelaku sendiri maupun bagi orang lain untuk melakukan perbuatan yang telah dilakukan oleh pelaku tindak pidana. Pada akhir skripsi ini, penulis mempunyai saran sebagai bahan masukan bagi ahli hukum / pembuat peraturan, kiranya perlu memasukkan kaidah – kaidah Hukum Islam terutama yang berkenaan dengan tindak pidana pembunuhan, khususnya tindak pidana pembunuhan dengan sengaja, demi terciptanya masyarakat yang aman, tenteram, adil, makmur dan sejahtera.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Twinning Program
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 16 Jun 2012 02:48
Last Modified: 16 Jun 2012 02:48
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/8087

Actions (login required)

View Item View Item