PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP MAKANAN DAN MINUMAN YANG BELUM TERDAFTAR BERDASARKAN PERMENKES NO.382/MENKES/PER/VI/1989 TENTANG PENDAFTARAN MAKANAN (Studi Di Kantor Dinas Kesehatan Kota Malang Dan Yayasan Lembaga Konsumen Malang)

YULIATI, ENI (2007) PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP MAKANAN DAN MINUMAN YANG BELUM TERDAFTAR BERDASARKAN PERMENKES NO.382/MENKES/PER/VI/1989 TENTANG PENDAFTARAN MAKANAN (Studi Di Kantor Dinas Kesehatan Kota Malang Dan Yayasan Lembaga Konsumen Malang). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PERLINDUNGAN_KONSUMEN_TERHADAP_MAKANAN_DAN_MINUMAN.pdf

Download (87kB) | Preview

Abstract

Obyek penelitian sekaligus yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini meliputi tiga hal. Pertama, implementasi perlindungan hukum bagi konsumen atas makanan dan minuman yang belum terdaftar di Dinas Kesehatan. Kedua, upaya hukum yang dapat dilakukan konsumen atas dampak makanan/minuman yang belum terdaftar di Dinas Kesehatan. Ketiga, upaya yang dilakukan YLKM dan Dinas Kesehatan atas dampak makanan dan minuman bagi konsumen atas produk yang belum terdaftar. Tujuan dilakukannya penelitian adalah untuk mengetahui implementasi perlindungan hukum yang dapat diberikan berdasarkan Undang-undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen terhadap konsumen yang terkena dampak dari makanan/minuman yang belum terdaftar di Dinas Kesehatan. Metode pendekatan yang digunakan adalah Yuridis Sosiologis adalah memperhatikan penerapan berdasarkan undang-undang dengan realita yang terjadi dimasyarakat. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, angket serta menghimpun dan mengkaji pendapat dari ahli hukum, dokumentasi serta peraturan perundang-undangan. Data yang diperoleh kemudian di analisis dengan metode Deskripsi kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian di Dinas kesehatan dan YLKM maka diperoleh hasil penelitian sebagai berikut : pertama, bahwa jumlah produsen atau pelaku usaha makanan dan minuman yang mendaftar atas produknya di Dinas Kesehatan pada tahun 2004 sebanyak 214 pelaku usaha, pada tahun 2005 sebanyak 167 pelaku usaha, dan pada tahun 2005 sebanyak 102 pelaku usaha. Dari tahun 2004 ke tahun 2005 mengalami penurunan sebesar 47 pelaku usaha, dari tahun 2005 ke 2006 penurunan sebesar 65, dari tahun ketahun mengalami penurunan. Kedua, dari 20 sampel konsumen ada 14 konsumen atau 70% yang mengalami dampak atas makanan dan minuman yang tidak terdaftar dan 6 konsumen atau 30% tidak pernah mengalami dampak atas makanan dan minuman yang tidak terdaftar. Dampak yang di derita oleh 14 konsumen diantaranya adalah mual-mual, pusing, muntah dan sakit perut. Ketiga, konsumen yang mengalami kerugian atas tindakan pelaku usaha yang belum mendaftar produk makanan atau minumannya mendapatkan ganti rugi dari pihak pelaku usaha. Keempat, ada 4 konsumen yang terkena dampak atas makanan dan minuman yang belum terdaftar yang melakukan upaya hukum, upaya yang dilakukan 4 konsumen atas dampak makanan/minuman yang belum terdaftar adalah upaya luar pengadilan, dengan alasan waktu lebih cepat dan biaya ringan. Kelima, upaya yang dilakukan YLKM atas dampak makanan dan minuman yang tidak terdaftar adalah : 1. Penyuluhan, 2. Advokasi, 3. Pendataan pengaduan konsumen, 4. Sosialisasi kelembagaan 5. Survei pelayanan pendidikan. Serta upaya dari Dinas kesehatan adalah dengan pengadaan penyuluhan keamanan pangan dan melakukan pemeriksaan produk makanan dan minuman di toko-toko dan supermarket.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 16 Jun 2012 02:45
Last Modified: 16 Jun 2012 02:45
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/8084

Actions (login required)

View Item View Item