ANALISIS KINERJA KEUANGAN BANK SEBELUM DAN SETELAH MERGER (TINJAUAN MERGER PADA BANK CENTURY)

KUSUMA WARDANI, RITA (2007) ANALISIS KINERJA KEUANGAN BANK SEBELUM DAN SETELAH MERGER (TINJAUAN MERGER PADA BANK CENTURY). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
ANALISIS_KINERJA_KEUANGAN_BANKSEBELUM_DAN_SETELAH_MERGER.pdf

Download (40kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini merupakan studi pada Bank Century dengan judul “Analisis Kinerja Keuangan bank Sebelum dan Setelah Merger (Tinjauan Merger pada Bank Century)” dengan permasalahan yang akan dijawab dalam penelitian ini adalah bagaimana kondisi kinerja keuangan bank sebelum dan setelah merger menjadi Bank Century. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja keuangan bank sebelum dan setelah merger dilihat dari aspek permodalan, kualitas aktiva produktif, rentabilitas dan likuiditas. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah rasio permodalan (CAR), kualitas aktiva produktif (NIM), rentabilitas (ROA), dan likuiditas (LDR). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa, CAR pada ketiga bank (Bank Pikko, Bank CIC dan Bank Danpac)setelah dilakukan merger menjadi Bank Century mengalami penurunan yaitu pada tahun 2004 dan 2005 sebesar 8,76% dan 8,36%, hal ini dikarenakan peningkatan jumlah modal tidak berimbang dengan peningkatan ATMR, dimana peningkatan ATMR lebih tinggi daripada peningkatan jumlah modal. NIM pada Bank Century mengalami peningkatan daripada ketiga bank (Bank Pikko, Bank CIC dan Bank Danpac) sebelum dilakukan merger yaitu pada tahun 2004 sebesar 1,52%. Namun pada tahun 2005 mengalami penurunan sebesar -0,74%, hal ini disebabkan karena peningkatan beban bunga yang harus ditanggung lebih besar daripada peningkatan pendapatan bunga sehingga pendapatan bunga bersihnya mengalami penurunan dan menunjukkan angka negatif. ROA pada Bank Century semakin menurun daripada sebelum dilakukan merger yaitu pada tahun 2004 sebesar -9,53%, hal ini disebabkan kerugian yang terletak pada laba bersih yang dihasilkan karena pendapatan operasi pokok yang dihasilkan cukup sedikit sedangkan beban operasi yang dikeluarkan cukup besar. Namun pada tahun 2005 mengalami peningkatan sebesar 0,17%. Dan LDR setelah dilakukan merger masih rendah sama seperti sebelum dilakukan merger karena masih dibawah batas aman ketentuan dari Bank Indonesia yaitu antara 90%-115%, hal ini disebabkan karena pihak bank lebih aktif menghimpun dana pihak ketiga daripada menyalurkan kredit.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Faculty of Economic > Department of Economics and Development Studies
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 15 Jun 2012 10:50
Last Modified: 15 Jun 2012 10:50
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/8064

Actions (login required)

View Item View Item