ANALISIS SIFAT KIMIA TANAH PADA LAHAN KRITIS AREAL PENAMBANGAN BATU KAPUR DAN TANAH LIAT PT. SEMEN GRESIK (Persero) Tbk. DI KECAMATAN MERAKURAK DAN KEREK KABUPATEN TUBAN

KICKY, MARIA KARTIKA SARI (2007) ANALISIS SIFAT KIMIA TANAH PADA LAHAN KRITIS AREAL PENAMBANGAN BATU KAPUR DAN TANAH LIAT PT. SEMEN GRESIK (Persero) Tbk. DI KECAMATAN MERAKURAK DAN KEREK KABUPATEN TUBAN. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
ANALISIS_SIFAT_KIMIA_TANAH_PADA_LAHAN_KRITIS_AREALPENAMBANGAN_BATU_KAPUR_DAN_TANAH_LIAT_PT_SEMENGRESIK.pdf

Download (50kB) | Preview

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian adalah mengetahui sifat kimia tanah ( N, P, K, C-organik, KTK, pH) sesudah penambangan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tiga tahap yaitu: (1) Persiapan, pada tahapan ini dilakukan observasi lapangan guna menentukan daerah yang dapat dijadikan areal untuk diteliti. (2) survei, tahapan ini dilakukan pengambilan contoh tanah pada tiap titik pada lahan dengan zone yang berbeda, pengambilan contoh tanah dilakukan pada kedalaman 0-30 cm, dalam pengambilan tanah untuk masing-masing zone diulang 2 kali pada tempat yang berbeda.Contoh tanah diambil pada 4 zone yaitu: zone origin (A), zone green belt (B), zone aktif/cresher (C), dan zone sementara ditinggal (D). (3) Analisa laboratorium, contoh tanah dianalisa sesuai peubah yang diamati di laboratorium kimia tanah. Parameter tanah yang diamati yaitu: pH tanah, unsur hara makro (N dianalisa menggunakan metode Khjeldhal, P dianalisa menggunakan metode pelarut Olsen, K dianalisa lab menggunakan metode flamefotometry, C-organik dianalisa dengan metode wlakey dan black), KTK tanah. Dilakukan analisa statistik dengan pendekatan uji t untuk mengetahui karakter atau sifat kimia tanah di awal penambangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di masing-masing zone berubah sifat kimia tanahnya, pH: zone origin (8,42), zone green belt (7,75), zone aktif (8,75), zone sementara ditinggal (8,66). C-organik: zone origin (0,70), zone green belt (1,08), zone aktif (0,14), zone sementara ditinggal (0,28). KTK: zone origin (4,98), zone green belt (16,69), zone aktif (2,48), zone sementara ditinggal (4,29). Pada zone origin (pra penambangan) dan zone aktif/crusher (pasca penambangan) menunjukkan adanya perbedaan nyata, hal ini disebabkan karena pada zone origin adalah zone yang belum ditambang, sehingga banyak tumbuh berbagai vegetasi beragam yang tumbuh liar maupun dibudidayakan, sehingga kimia tanahnya terjaga. Pada zone aktif /crusher sifat kimia tanahnya berubah hal ini disebabkan karena adanya kegiatan eksplorasi penambangan, sehingga banyak hilangnya vegetasi baik flora maupun fauna yang ada di zone tersebut.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions: Faculty of Agriculture & Animal Husbandry > Department of Forestry
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 14 Jun 2012 06:22
Last Modified: 14 Jun 2012 06:22
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/7842

Actions (login required)

View Item View Item