TINDAKAN BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN (BPOM)DALAM MELINDUNGI KONSUMEN TERHADAP KASUS PEREDARAN OBAT KERAS SECARA ILEGAL DI PASARAN(Studi di Balai Besar Pengawas Obat Dan Makanan (BBPOM) Surabaya)

JANUARTI WAHYUNI, ELOK (2007) TINDAKAN BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN (BPOM)DALAM MELINDUNGI KONSUMEN TERHADAP KASUS PEREDARAN OBAT KERAS SECARA ILEGAL DI PASARAN(Studi di Balai Besar Pengawas Obat Dan Makanan (BBPOM) Surabaya). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
TINDAKAN_BADAN_PENGAWAS_OBAT_DAN_MAKANAN.pdf

Download (86kB) | Preview

Abstract

Obyek studi dalam penelitian ini adalah mengenai tindakan Badan Pengawas Obat Dan Makanan (BPOM) dalam melindungi konsumen terhadap kasus peredaran obat keras secara ilegal di pasaran di daerah Jawa Timur. Maraknya peredaran obat keras secara illegal di pasaran ini sangat merugikan, baik dari segi kesehatan maupun keselamatan konsumen. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana modus peredaran obat keras secara illegal di pasaran dan bagaimana tindakan Badan Pengawas Obat Dan Makanan (BPOM) Surabaya dalam menangani kasus peredaran obat keras secara ilegal di pasaran serta apa saja yang menjadi faktor pendukung dan faktor penghambat yang di hadapi oleh Badan Pengawas Obat Dan Makanan (BPOM) Surabaya dalam menangani kasus peredaran obat keras secara ilegal di pasaran. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode data deskriftif analitis, yaitu memaparkan fakta-fakta yang diperoleh dari hasil penelitian di lapangan maupun data yang diperoleh dari studi kepustakaan kemudian menganalisa data-data tersebut untuk ditarik suatu kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian di Balai Besar Pengawas Obat Dan Makanan (BBPOM) Surabaya di dapatkan hasil penelitian sebagai berikut: bahwa modus yang dilakukan oleh pelaku peredaran obat keras secara illegal dipasaran berbeda-beda yaitu: Distributor mengedarkan obat keras dengan cara menitipkan dengan ketentuan pembayaran dilakukan setelah barang laku dijual. Distributor menjual obat berdasarkan pesanan dari pembeli, dengan harga yang murah dengan kualitas yang tidak jauh beda dengan yang di jual di sarana-sarana resmi. Peredaran obat keras secara illegal dipasaran berhasil ditindak oleh BBPOM Surabaya dan dibawa ke jalur hukum dengan dasar pelanggaran Undang-undang Kesehatan. Faktor pendukung yang dihadapi oleh BBPOM Surabaya yaitu: BBPOM Surabaya bertindak sebagai penyidik sehingga berkapasitas untuk melakukan penangkapan, BBPOM Surabaya melakukan kerjasama dengan Dinas kesehatan daerah dan Polres, adanya dukungan dari masyarakat, dengan langsung melaporkan permasalahan yang dihadapi ke BBPOM Surabaya melalui Unit Layanan Pengaduan Konsumen. Faktor penghambat yang dihadapi oleh BBPOM Surabaya adalah: Pemanggilan tersangka sulit dilakukan karena tersangka memberikan identitas palsu atau tidak lengkap kepada penjual obat, lokasi terjadinya kasus sulit dijangkau, kurangnya SDM anggota penyidik BBPOM Surabaya sehingga dalam menangani kasus kurang maksimal, dalam penanganan kasus adanya pertimbangan kemanusiaan, adanya perlawanan dari tersangka

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 13 Jun 2012 08:05
Last Modified: 13 Jun 2012 08:05
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/7663

Actions (login required)

View Item View Item