KERJASAMA ANTAR DESA DALAM PENGELOLAAN AIR BERSIH GUNA PEMENUHAN KEBUTUHAN MASYARAKAT DESA DI KECAMATAN SUKAPURA KABUPATEN PROBOLINGGO

JANNAH, FAIDATUL (2007) KERJASAMA ANTAR DESA DALAM PENGELOLAAN AIR BERSIH GUNA PEMENUHAN KEBUTUHAN MASYARAKAT DESA DI KECAMATAN SUKAPURA KABUPATEN PROBOLINGGO. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
KERJASAMA_ANTAR_DESA_DALAM_PENGELOLAAN_AIR_BERSIH_GUNA_PEMENUHAN_KEBUTUHAN_MASYARAKAT_DESA_DI_KECAMATAN_SUKAPURA_KABUPATEN_PROBOLINGGO.pdf

Download (148kB) | Preview

Abstract

Pengelolaan air dan sumber air terpadu yang berkelanjutan pada saat ini perlu dilaksanakan melalui program yang terpadu, mengingat air yang merupakan kebutuhan pokok makhluk hidup keberadaannya tidak dapat diperoleh pada setiap tempat, waktu, jumlah dan sesuai dengan standar mutu yang disyaratkan. Oleh karena itu pengelolaan air dan sumber air sesuai dengan kaidah-kaidah siklus hidrologi berupa monitoring, konservasi dan alokasi perlu disosialisasikan atau kampanyekan untuk menumbuh kembangkan budaya peduli air agar dapat dipahami dan di laksanakan secara profesional, dalam rangka mewujudkan visi “Air menjadi urusan setiap orang”. Untuk mengelola sumber daya air maka sangat penting untuk mengoptimalkan kerjasama antara pemerintah dengan masyarakat dan kerjasama antar masyarakat wilayah/desa satu dengan wilayah/desa lainnya. Hal ini juga salah satu cara untuk memberdayakan masyarakat pada aspek lingkungan hidup dalam rangka mengelola kebutuhan hidup mereka sendiri. Dengan kerjasama antar masyarakat dan dengan pemerintah diharapkan agar permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dapat diatasi dengan baik.Berdasarkan hal fenomena tersebut peneliti tertarik untuk mengungkap lebih jauh lagi dalam bentuk penelitian dengan judul “Kerjasama Antar Desa Dalam Pengelolaan Air Bersih Guna Pemenuhan Kebutuhan Masyarakat Desa di Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo”. Dimana tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui kerjasama antar desa dalam pengelolaan air bersih guna pemenuhan kebutuhan masyarakat desa. Adapun lokasi penelitian ini adalah di kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo Propinsi Jawa Timur yang meliputi 4 Desa karena Desa ini yang tercakup dalam PAM (Pengelolaan pemakai Air Minum) yakni desa Ngadisari, desa Jetak, desa Wonotoro, desa Ngadas. Dengan sample penelitiannya adalah Kepala Desa Ngadisari, Desa Wonotoro, Desa Jetak, dan Desa Ngadas, Ketua Pengurus PAM Ngadisari, Wonotoro, Jetak, dan Ngadas, Petugas Teknis Ngadisari, Wonotoro, Jetak, dan Ngadas, Masyarakat Desa Ngadisari, Desa Wonotoro, Desa Jetak, dan Desa Ngadas. Alat pengumpul data yang di gunakan adalah berupa data primer dan data sekunder. Teknik analisa data yang digunakan adalah kualitatif. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa. Kerjasama antar desa dalam pengelolaan air bersih guna pemenuhan kebutuhan masyarakat desa di Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo sudah optimal, misalkan saja didalam pengaturan atau pengorganisasian pembayaran PAM di ke empat desa tersebut termasuk tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan air bersih itu sendiri mereka mau terlibat dalam pengadaan pipa saluran air bersih yang akan dibuat di desa tersebut, Adapun yang menjadi kendala dalam kerjasama yang terbangun antar Desa tersebut disebabkan karena sarana prasarana penunjang terbatas. Bentuk Kerjasama Yang dibangun seperti koordinasi, atau komunikasi antar pengurus dalam suatu pertemuan yang diselenggarakan sewaktu-waktu, kadang 1 bulan sekali, kadang 3 minggu sekali, karena disesuaikan dengan kebutuhan yang ada, misal ketika ada instruksi dari pengurus PAM atau dari pihak Kecamatan, dan gotong royong dan swadaya secara bersama-sama dalam menjaga dan memelihara pipa saluran air bersih. Sementara sumber air bersih yang teraliri di Desa Ngadisari diperoleh dari sumber mata air di Desa Wonokidri Kabupaten Pasuruan. Desa Ngadas teraliri dari Desa Ngadisari, Desa Wonotoro teraliri dari Desa Ngadisari dan bantuan dari PU. Cipta Karya, terakhir Desa Jetak teraliri dari Desa Ngadisari. Untuk dapat menyalurkan air bersih ini sebagian besar pengadaan pipa murni diperoleh dari swadaya dari masyarakat sendiri seperti bahan-bahan material, iuran perwarga. Dari hasil penelitian ini juga diketahui bahwa jumlah masyarakat atau pelanggan yang teraliri cukup banyak, misalkan saja Desa Ngadisari terdapat 225 pelanggan, Desa Jetak 91 pelanggan, 30 pelanggan ada di Desa Wonotoro dan desa Ngadas 117 pelanggan. Pembayaran iuran perbulannya ditetapkan sebesar Rp. 1000/m2.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: J Political Science > JS Local government Municipal government
Divisions: Faculty of Social and Political Science > Department of Government Sience
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 13 Jun 2012 07:47
Last Modified: 13 Jun 2012 07:47
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/7658

Actions (login required)

View Item View Item