ANALISIS KEUNTUNGAN USAHA BUDIDAYA IKAN BANDENG (Chanos-chanos Forskal) DI KECAMATAN SEBATIK BARAT KABUPATEN NUNUKAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

JAMIL, JAMIL (2007) ANALISIS KEUNTUNGAN USAHA BUDIDAYA IKAN BANDENG (Chanos-chanos Forskal) DI KECAMATAN SEBATIK BARAT KABUPATEN NUNUKAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
ANALISIS_KEUNTUNGAN_USAHA_BUDIDAYA_IKANBANDENG.pdf

Download (80kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Sebatik Barat Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Timur pada tanggal 29 Januari – 22 Februari 2007. Tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui biaya tetap, biaya tidak tetap dan biaya total yang harus dikeluarkan pengusaha budidaya ikan bandeng, dan keuntungan yang akan diterima pengusaha budidaya ikan bandeng, dan untuk mengetahui apakah pengusaha telah mencapai tahap efisiensi dalam usaha budidaya ikan bandeng tersebut. Adapun analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah Biaya Total (TC), Penerimaan Total (TR), Keuntungan (π), R/C ratio, Titik Impas (BEP), dan Angka Kelulushidupan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10 orang yang berprofesi sebagai pembudidaya ikan bandeng di Kecamatan Sebatik Barat Kabupaten Nunukan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey di kecamatan Sebatik Barat kabupaten Nunukan dengan cara wawancara langsung terhadap pemilik tambak (subjek). Pada usaha budiadaya ikan bandeng ini dalam satu periode biaya secara keseluruhan yang dikeluarkan oleh masing-masing petambak adalah; M. Shaleh Rp 1.502.000, H. Rasyid Rp 1.710.000, H. Tajudin Rp 6.485.000, H. Hasan Rp 3.482.200, H. Rauf Rp 4.092.000, Tarmin Rp 3.300.000, Salim Rp 2.790.000, Idris Rp 3.850.000, Dolo Rp 1.770.000, dan Aras Rp 7.200.000. Data ini berdasarkan hasil analisis perhitungan pada periode pengambilan data. Penerimaan yang diterima petambak pada usaha ini dalam satu periode adalah; M. Shaleh Rp 800.000, H. Rasyid Rp 2.100.000, H. Tajudin Rp 4.200.000, H. Hasan Rp 2.800.000, H. Rauf Rp 2.160.000, Tarmin Rp 2.137.500, Salim Rp 1.220.000, Idris Rp 3.150.000, Dolo Rp 900.000, dan Aras Rp 9.900.000. Data ini berdasarkan hasil analisis perhitungan pada periode pengambilan data. Keuntungan yang diterima petambak pada usaha ini dalam satu periode adalah; M. Shaleh Rp - 702.000, H. Rasyid Rp 390.000, H. Tajudin Rp -2.285.000, H. Hasan Rp - 682.200, H. Rauf Rp -1.932.000, Tarmin Rp - 1.162.500, Salim Rp - 1.570.000, Idris Rp -700.000, Dolo Rp - 870.000, dan Aras Rp 2.700.000. Data ini berdasarkan hasil analisis perhitungan pada periode pengambilan data. Dari hasil perhitungan R/C ratio pada 8 petambak terlihat bahwa angka-angka yang diperoleh di bawah angka 1, yaitu; M. Shaleh 0,54, H. Tajudin 0,64, H. Hasan 0,80, H. Rauf 0,52, Tarmin 0,64, Salim 0,44, Idris 0,8, dan Dolo 0,5. Sedangkan 2 petambak yang telah mencapai tahap efisiensi suatu usaha pada periode pengambilan data adalah H, Rasyid 1,2 dan Aras 1,4. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa 80% dari 10 sampel mengalami kerugian atau belum mencapai efisiensi suatu usaha pada periode pengambilan data, yang artinya usaha budidaya bandeng yang dilakukan oleh petambak tersebut tidak layak lagi untuk diteruskan pada periode selanjutnya. Sedangkan 2 petambak ikan bandeng yang lainnya telah mencapai efisiensi suatu usaha dan layak untuk diteruskan pada periode selanjutnya berdasarkan hasil analisis perhitungan pada periode pengambilan data.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions: Faculty of Agriculture & Animal Husbandry > Department of Fishery
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 13 Jun 2012 06:04
Last Modified: 13 Jun 2012 06:04
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/7618

Actions (login required)

View Item View Item