PENGARUH LATIHAN FISIK TERHADAP PENINGKATAN TEBAL TULANG PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) USIA MUDA

Sandiyarti, Puri (2008) PENGARUH LATIHAN FISIK TERHADAP PENINGKATAN TEBAL TULANG PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) USIA MUDA. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PENGARUH_LATIHAN_FISIK_TERHADAP_PENINGKATAN_TEBAL_TULANG_PADA_TIKUS_PUTI1.pdf

Download (87kB) | Preview

Abstract

Peningkatan usia harapan hidup merupakan satu tolak ukur keberhasilan pembangunan kesehatan di Indonesia. Usia harapan hidup masyarakat indonesia adalah 64,7 th pada tahun (1995-2000) dan menjadi 67,68 th pada tahun (2000-2010), sehingga diperkirakan pada tahun 2010 proporsi penduduk usia lanjut akan mencapai 9,58% atau sekitar 20 juta jiwa. Keberhasilan tersebut disatu sisi merupakan prestasi yang menggembirakan namun di sisi lain dapat menimbulkan permasalahan. Usia lanjut dapat menimbulkan problema yang perlu diwaspadai seperti adanya berbagai penyakit degeneratif termasuk osteoporosis, tetapi usia muda juga dapat terkena resiko osteoporosis, hal ini ditandai dengan gaya hidup tidak sehat seperti malas untuk melakukan latihan fisik (olahraga), gaya hidup juga bisa menyebabkan kekurangan kalsium. Suka minum alkohol, rokok, sering minum kopi, dan minum minuman keras. Akibat kurangnya aktivitas fisik yang dilakukan sehari-hari mulai anak-anak sampai dewasa, serta kurangnya asupan kalsium, maka kepadatan (densitas) tulang menjadi rendah sampai terjadinya osteoporosis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan fisik terhadap peningkatan tebal tulang pada tikus putih (Rattus norvegicus) usia muda. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Universitas Muhammadiyah Malang pada bulan Juli sampai September 2007. Jenis penelitian ini termasuk penelitian eksperimen sungguhan (True Experiment Research). Populasi dalam penelitian ini adalah tikus putih betina (Rattus norvegicus) berumur 4 bulan. adapun sampel dalam penelitian ini sebanyak 14 ekor tikus putih betina terdiri atas 7 ekor kelompok kontrol (tanpa latihan fisik) dan 7 ekor kelompok perlakuan (dengan latihan fisik). Tehknik pengambilan sampel dengan menggunakan tekhnik Simpel Random Sampling yaitu pengambilan sampling secara acak sederhana. Berdasarkan hasil uji t pada tebal tulang tikus putih menunjukkan bahwa ada beda pada tikus yang diberi latihan fisik dan pada tikus yang tidak diberi latihan fisik. Adapun pada kelompok tikus dengan latihan fisik memiliki rerata tebal tulang yang lebih tinggi yaitu 64,6 mikron daripada tikus tanpa latihan fisik yaitu 53,71 mikron.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions: Faculty of Teacher Training and Education > Department of Biology Education
Depositing User: Rayi Tegar Pamungkas
Date Deposited: 13 Jun 2012 04:33
Last Modified: 13 Jun 2012 04:33
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/7584

Actions (login required)

View Item View Item