PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENENTUKAN KESALAHAN PELAKU TINDAK PIDANA KEALPAAN (Studi di Pengadilan Negeri Pamekasan)

Indiriyana, Safitri (2007) PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENENTUKAN KESALAHAN PELAKU TINDAK PIDANA KEALPAAN (Studi di Pengadilan Negeri Pamekasan). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENENTUKAN KESALAHAN PELAKU TINDAK PIDANA KEALPAAN (Studi di Pengadilan Negeri Pamekasan).pdf

Download (162kB) | Preview

Abstract

Hakim dalam memutuskan suatu perkara terutama terhadap pelaku tindak pidana culpa memerlukan pertimbangan-pertimbangan tertentu agar setiap keputusan yang diambil mampu mencerminkan asas keadilan bagi setiap anggota masyarakat baik pihak tersangka maupun korban. Oleh karena itu apa saja yang menjadi dasar pertimbangan hakim dalam memutuskan suatu perkara seharusnya dapat dipahami pihak terdakwa maupun pihak korban. Melihat pentingnya permasalahan ini, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan kepada pelaku tindak pidana kealpaan dan faktor apa saja yang melatarbelakangi perbedaan putusan yang dijatuhkan hakim kepada pelaku tindak pidana kealpaan. Penelitian ini dilakukan terhadap kasus tindak pidana kealpaan yang ditangani oleh PN. Pamekasan dengan menggunakan pendekatan yuridis sosiologis. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terhadap hakim yang pernah menangani kasus tindak pidana kealpaan serta menganalisis keputusan hakim terhadap tiga kasus tindak pidana kealpaan. Dari hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap pelaku tindak pidana kealpaan didasarkan pada: 1.Kesesuaian keterangan saksi dan terdakwa Hakim bisa mengamati dan mencermati kronologis kejadian seobjektif mungkin 2.Alat bukti yang mendukung keterangan saksi dan terdakwa 3.Dakwaan serta tuntutan yang diberikan jaksa penuntut umum kepada terdakwa Meskipun demikian, dalam kenyataannya ada perbedaan putusan yang dijatuhkan kepada terdakwa meskipun dengan dakwaan yang sama pada kasus yang berbeda. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: 1.Perbedaan fakta yang terungkap dari keterangan saksi dan terdakwa 2.Perbedaan tingkat kealpaan atau kekuranghati-hatian yang dilakukan terdakwa 3.Perbedaan latar belakang terdakwa 4.Perbedaan akibat yang ditimbulkan atas tindak pidana kealpaan yang dilakukan terdakwa 5.Perbedaan sikap terdakwa selama proses persidangan 6.Perbedaan sikap terdakwa terhadap korban Berdasarkan hasil kesimpulan di atas saran yang dapat dikemukakan adalah agar putusan akhir oleh hakim juga mempertimbangkan kontribusi korban terhadap terjadinya peristiwa yang menyebabkan terdakwa melakukan tindak pidana kealpaan. Disamping itu putusan akhir hakim hendaknya dapat memberikan pendidikan bagi terdakwa maupun masyarakat luas untuk tetap bertindak secara hati-hati.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 12 Jun 2012 09:15
Last Modified: 12 Jun 2012 09:15
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/7450

Actions (login required)

View Item View Item