PENGARUH LAMA EKSTRAKSI DAN JUMLAH PELARUT TERHADAP RENDEMEN DAN MUTU OLEORESIN KUNYIT (Curcuma domestica)

Inayah, Nur (2007) PENGARUH LAMA EKSTRAKSI DAN JUMLAH PELARUT TERHADAP RENDEMEN DAN MUTU OLEORESIN KUNYIT (Curcuma domestica). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PENGARUH_LAMA_EKSTRAKSI_DAN_JUMLAH_PELARUT_TERHADAP_RENDEMEN_DAN_MUTU_OLEORESIN_KUNYIT.pdf

Download (87kB) | Preview

Abstract

Salah satu alternatif pengembangan produk kunyit yang memiliki nilai ekonomis tinggi adalah mengolahnya dalam bentuk oleoresin. pembuatan oleoresin dari rempah-rempah bertujuan untuk pengawetan, dengan sifat higien, bebas kontaminan, lebih awet dan ekonomis. Dalam pembuatan oleoresin lama ekstraksi dan jumlah pelarut dapat mempengaruhi rendemen dan mutu suatu oleoresin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama ekstraksi dan jumlah pelarut terhadap rendemen dan mutu (bobot jenis, indeks bias dan sisa pelarut) oleoresin kunyit (Curcuma domestica) dan untuk mengetahui pada lama ekstraksi dan jumlah pelarut berapakah yang menghasilkan rendemen dan mutu (bobot jenis, indeks bias dan sisa pelarut) oleoresin kunyit (Curcuma domestica) terbaik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 kali ulangan. Faktor I lama ekstraksi terdiri atas 3 level (2 jam, 3 jam dan 4 jam) dan faktor II jumlah pelarut terdiri atas 3 level (1:4 (b/v), 1:5 (b/v) dan 1:6 (b/v)) sehingga diperoleh 9 kombinasi. Populasi dalam penelitian ini adalah kunyit, sampel diambil secara simple random sampling. Terdiri dari 3 variabel yaitu variabel bebasnya lama ekstraksi dan jumlah pelarut, variabel terikatnya adalah rendemen dan mutu dan variabel kontrolnya adalah tebal irisan, pengeringan bahan, pengayakan, berat bahan, umur kunyit, jenis pelarut dan suhu ekstraksi. Data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisa dengan analisis onova dua faktor dan uji BNT 1%. Hasil analisa dengan anova dua faktor menunjukkan bahwa ada interaksi yang sangat nyata antara lama ekstraksi dan jumlah pelarut terhadap parameter rendemen, indeks bias dan sisa pelarut. Namun interaksi antara lama ekstraksi dan jumlah pelarut tidak berpengaruh terhadap bobot jenis oleoresin kunyit. Perlakuan terbaik oleoresin kunyit diperoleh dari perlakuan E1V3 (lama ekstraksi 2 jam dengan jumlah pelarut 1:6 (b/v) yang menghasilkan nilai rendemen 11.86 ml, bobot jenis 0.924 gr/ml, indeks bias 1.5041 dan sisa pelarut 0,9 ml.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions: Faculty of Teacher Training and Education > Department of Biology Education
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 12 Jun 2012 07:40
Last Modified: 12 Jun 2012 07:40
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/7394

Actions (login required)

View Item View Item