IDENTIFIKASI DAN UJI KUALITAS PIGMEN BUNGA MAWAR (Rosa sp.) KUNING (Kajian Jenis Pelarut dalam Ekstraksi Pigmen)

Imamatul Ummah, Sayyidah (2007) IDENTIFIKASI DAN UJI KUALITAS PIGMEN BUNGA MAWAR (Rosa sp.) KUNING (Kajian Jenis Pelarut dalam Ekstraksi Pigmen). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
KARAKTERISTIK_PIGMEN_BUNGA_KANA.pdf

Download (125kB) | Preview

Abstract

Pewarna adalah zat warna atau bahan lain yang dibuat dengan cara sintetik atau cara kimia atau bahan alami dari tanaman, hewan, mineral yang diekstrak atau isolasi dengan atau tanpa perubahan identitas yang bila ditambahkan atau digunakan ke dalam bahan makanan, minuman, obat atau kosmetik (Tranggono, 1990). Menurut Jenie, et.al. (1994), bahwa penggunaan pewarna sintetik sebagai pewarna makanan-minuman dapat berdampak negatif yang menyebabkan toksik dan karsinogenik. Tujuan penelitian untuk mengetahui jenis pigmen pada bunga mawar kuning, pengaruh jenis pelarut terhadap kualitas pigmen yang dihasilkan, dan pengaruh penambahan konsentrasi pigmen terhadap kualitas warna sari buah jeruk nipis. Penelitian dilaksanakan bulan Juni sampai September 2006, di Lab. THP, Lab. Kimia, dan Lab. Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang. Penelitian terdiri dari dua tahap. Tahap I melakukan ekstraksi mahkota bunga mawar kuning sampai diperoleh konsentrat pigmen antoxantin, kemudian dilakukan beberapa analisa penelitian menggunakan RAL sederhana. Pada tahapan ekstraksi diguna-kan dua pelarut (P1= aquades:asam sitrat; P2= aquades:asam asetat) masing-masing diulang 3 kali. Kemudian identifikasi pigmen dan membandingkan kualitasnya. Tahap II yaitu tahapan aplikasi pigmen pada sari buah jeruk nipis dengan empat level (0% sebagai kontrol, 2%, 4%, dan 6%) menggunakan RAK faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bunga mawar kuning mempunyai rerata kadar air (89,730 gr), dan gula total (13,41 gr). Pigmen bunga mawar termasuk dalam golongan flavon (kuersetin, mirisetin, gosipetin) dan flavonol (glikosil-flavon; orientin). Pada pelarut aquades:asam asetat mempunyai nilai pH filtrat (3,56) dan konsentrat (3,10), dan nilai +b (tingkat kekuningan) (8,200) lebih tinggi dibandingkan pelarut aquades:asam sitrat yang memiliki pH filtrat (2,67) dan konsentrat (2,39) dan nilai +b (5,133). Pada nilai absorbansi filtrat tertinggi pelarut asam sitrat (0,307) dan terendah pelarut asam asetat (0,232), absorbansi konsentrat tertinggi pelarut asam asetat (1,058) dan terendah pelarut asam sitrat (0,904). Aplikasi pigmen nilai pH dengan pelarut asam sitrat mengakibatkan produk menjadi lebih asam, pH kontrol (2,67) menjadi pH 2,52 (konsentrasi 2%). Pada pelarut asam asetat terjadi kenaikan pH 3,14 (konsentrasi 6%). Nilai +b tertinggi pelarut asam asetat 6% (16,3) dan terendah kontrol (2,1). Uji orgenoleptik, panelis lebih menyukai pemberian konsentrasi 6% (3,4) yang berarti cukup menarik dan kontrol (1,9) tidak menarik menurut panelis, jenis pelarut tidak terjadi berbeda nyata.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Faculty of Agriculture & Animal Husbandry > Department of Agrotechnology
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 12 Jun 2012 07:30
Last Modified: 12 Jun 2012 07:30
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/7390

Actions (login required)

View Item View Item