PENGARUH VARIASI KOMPOSISI BAHAN BAKU CETAKAN PASIR BASAH TERHADAP CACAT LUBANG JARUM PADA PENGECORAN MANIFOLD (Honda Grand)

ISWANTO, FAUZI (2007) PENGARUH VARIASI KOMPOSISI BAHAN BAKU CETAKAN PASIR BASAH TERHADAP CACAT LUBANG JARUM PADA PENGECORAN MANIFOLD (Honda Grand). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
PENGARUH_VARIASI_KOMPOSISI_BAHAN_BAKU_CETAKANPASIR_BASAH_TERHADAP_CACAT_LUBANG_JARUM_PADAPENGECORAN_MANIFOLD.pdf

Download (52kB) | Preview

Abstract

Dalam perkembangan teknologi dewasa ini, pengecoran aluminium sangatlah dibutuhkan dalam industri, baik yang berskala kecil maupun berskala besar. Meskipun pengecoran itu sendiri sudah ditemukan atau digunakan orang kira-kira 4000 tahun yang lalu, karena dapat kita lihat dari pembuatan alat-alat keperluan rumah tangga, sepeda motor, mobil, mesin-mesin industri yang mana sebagian besar bahannya terbuat dari logam dan salah satunya adalah aluminium. Berdasarkan produk-produk pengecoran aluminium yang banyak beredar dipasaran dan salah satunya adalah produk manifold ada suatu perbedaan terutama pada hasil dan kualitas produk-produk antara produk yang orisinil dan yang produk yang imitasi. Kualitas dari produk-produk orisinil dapat dilihat dengan hasil dan pengerjaan yang bagus dan terdapat sedikitnya cacat coran yang terdapat didalamnya, sedangkan kualitas produk-produk barang yang imitasi dapat dilihat dengan hasil dan pengerjaan yang jelek dan banyaknya terdapat cacat didalamnya, dan salah satu cacat tersebut adalah cacat lubang jarum. Terinspirasi dengan adanya masalah diatas maka sipenulis mengadakan penelitian dengan mengambil judul .Pengaruh Variasi Komposisi Bahan Baku Cetakan Pasir Basah Terhadap Cacat Lubang Jarum Pada Pengecoran Manifold (Honda Grand).. Dan berdasarkan dari literatur dibuku yang ada, standart ukuran komposisi cetakan pasir basah adalah: pasir 80-90%, bentonit 10-15%, air 4-5%, bahan penolong (grafit) 2-3%. Disini sipenulis mau mengadakan penelitian bagaimana bila komposisi bahan cetakan pasir basah, komposisi antara pasir dan bentonit divariasikan prosentase nilainya. Adapun langkah-langkah yang dilakukan adalah dengan cara membuat lima macam variasi komposisi yang berbeda dan dari setiap variasi komposisi yang berbeda dilakukan pengulangan sebanyak lima kali, dan kelima variasi komposisi tersebut adalah: A: Komposisi pasir silika 85%, bentonit 7%, air 4%, grafit 3% dan gula tetes 1%, B: Komposisi pasir silika 80%, bentonit 12%, air 4%, grafit 3% dan gula tetes 1%, C: Komposisi pasir silika 75%, bentonit 17%, air 4%, grafit 3% dan gula tetes 1%, D: Komposisi pasir silika 70%, bentonit 22%, air 4%, grafit 3% dan gula tetes 1%, E: Komposisi pasir silika 65%, bentonit 27%, air 4%, grafit 3% dan gula tetes 1%. Hal ini ditujukan untuk mengetahui dan mendapatkan hasil yang terbaik sehingga dapat mengurangi adanya cacat coran dan dapat meningkatkan hasil dan kualitas dari pengecoran aluminium yang baik.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Mechanical Engineering
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 12 Jun 2012 06:10
Last Modified: 12 Jun 2012 06:10
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/7335

Actions (login required)

View Item View Item