TINJAUAN YURIDIS SOSIOLOGIS TERHADAP PERJANJIAN JUAL BELI IKAN SEGAR HASIL TAMBAK (Studi di Pasar Ikan Lamongan)

ISWANTINI, ISWANTINI (2007) TINJAUAN YURIDIS SOSIOLOGIS TERHADAP PERJANJIAN JUAL BELI IKAN SEGAR HASIL TAMBAK (Studi di Pasar Ikan Lamongan). Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.

[img]
Preview
Text
TINJAUAN_YURIDIS_SOSIOLOGIS_TERHADAP_PERJANJIAN_JUAL_BELI.pdf

Download (86kB) | Preview

Abstract

Obyek penelitian dalam penulisan skripsi ini adalah perjanjian jual beli ikan segar hasil tambak, studi di pasar ikan Lamongan Permasalahan yang diambil dalam skripsi ini adalah siapa para pihak yang terlibat dalam perjanjian jual beli, dan apa bentuk hubungan hukum yang terjadi antara masing-masing pihak dalam perjanjian jual beli ikan segar hasil tambak di pasar ikan Lamongan serta bentuk-bentuk wanprestasi yang terjadi serta upaya hukum para pihak yang dirugikan dalam perjanjian jual beli ikan segar hasil tambak di pasar ikan kota Lamongan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran secara garis besar tentang praktik perjanjian jual beli yang diadakan oleh penjual dengan pembeli di pasar ikan Lamongan, untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan perjanjian yang dilakukan oleh penjual dengan pembeli, khususnya menyangkut dengan hak dan kewajiban para rihak serta untuk mengetahui upaya hukum yang dilakukan penjual apabila pembeli wanprestasi. Pendekatan masalah yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis sosiologis, sedangkan metode analisa data adalah deskriptif kualitatif. Pelaksanaan jual beli ikan di pasar ikan Lamongan melibatkan pihak-pihak antara lain petani sabagai penghasil ikan, juragan sebagai perantara dagang, suplayer dan bakul sebagai pembeli. Bentuk perjanjian jual beli ikan adalah hanya sebatas perjanjian yang dilakukan secara tidak tertulis. Hal ini sebenarnya rawan menimbulkan kerugian diantara para pihak yang melakukan perjanjian terutama pihak petani ikan selaku penjual hasil panen ikan. Para pihak memiliki rasa kepercayaan satu sama lain sehingga mereka merasa tidak perlu untuk membuat perjanjian itu secara tertulis. Di samping itu rasa kekeluargaan yang sudah terjalin begitu baik serta kultur masyarakat Lamongan yang religius menambah rasa saling percaya antara penjual dan pembeli ikan. Wanprestasi yang sering terjadi dalam perjanjian jual beli ikan adalah melakukan prestasi tapi tidak sempurna dan tadak melakukan prestasi sama sekali, sedangkan upaya yang ditempuh untuk menyelesaikannya adalah musyawara kekeluargaan. Dari kesimpulan tersebut penulis menyarankan agar Dinas pasar menyediakan pembuatan akta jual beli secara tertulis, mengingat kebutuhan hukum dan untuk mengantisipasi terjadinya wanprestasi, karena perjanjian yang dilakukan para pihak adalah perjanjian jual beli dalam jumlah yang tidak sedikit.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Zainul Afandi
Date Deposited: 12 Jun 2012 06:05
Last Modified: 12 Jun 2012 06:05
URI: http://eprints.umm.ac.id/id/eprint/7332

Actions (login required)

View Item View Item